Area masjid ini juga memiliki parkir seluas 17.500 meter persegi. Dengan begitu, bisa menampung banyak kendaraan para musafir yang singgah, baik roda dua maupun roda empat. Tak hanya lahan parkir, masjid yang terdiri atas dua lantai ini juga mampu menampung sekitar 2 ribu jamaah. Dengan begitu, para jamaah tidak perlu berdesak-desakan saat menunaikan salat Jumat.
Di masa pandemi Covid-19 ini, kapasitas masjid menurun drastis lantaran takmir masjid membatasi jamaah saat mendirikan salat. Meski begitu, protokol kesehatan lain juga diterapkan. “Masjid ini merupakan masjid pertama yang menggunakan bilik disinfektan pada awal-awal pandemi dulu,” tutur salah seorang takmir Masjid Roudhotul Muchlisin, Burhan Ramadhany. Pihaknya juga kerap memberikan masker gratis kepada para jamaah yang lalai membawa masker saat salat Jumat.
Lebih lanjut, Burhan menjelaskan bahwa fasilitas lain juga kerap membuat para pengunjung betah adalah kamar mandi bersih berjumlah 24 buah untuk muslimin dan muslimat. Adanya air mancur dan infrastruktur masjid yang unik juga kerap dijadikan spot foto para jamaah. Selain itu, area masjid juga dilengkapi dengan kamera CCTV dan pengamanan selama 24 jam. “Jadi, keamanan kendaraan dan barang para jamaah sangat terjamin,” lanjutnya.
Selain digunakan untuk salat jamaah, Burhan menerangkan bahwa masjid itu bisa digunakan untuk siapa saja yang memiliki kegiatan sosial keagamaan. Misalnya, melangsungkan akad nikah maupun menggelar seminar keagamaan. “Tidak dipungut biaya alias gratis,” katanya. Masyarakat hanya perlu menghubungi para petugas yang berjaga di kantor yayasan, yang terletak di menara masjid, untuk koordinasi.
Tak selesai di situ, Burhan menuturkan bahwa pihaknya bakal terus melakukan perbaikan masjid supaya memberikan manfaat untuk banyak orang. Yakni dengan mendirikan madrasah. “Di antaranya TPQ, TK, MI, tahfid Quran,” harapnya. Editor : Radar Digital