Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Resep Warisan Tiga Generasi

Radar Digital • Minggu, 3 Januari 2021 | 20:25 WIB
Photo
Photo
JEMBER, RADARJEMBER.ID - PENGGEMAR tahu lontong tidak bisa melewatkan kuliner legendaris yang berada di depan kawasan pertokoan Perumahan Bumi Tegal Besar ini. Namanya, Tahu Lontong Bu Jumai. Kedai yang sudah dikenal lebih dari 50 tahun ini masih tetap eksis dengan berbagai modernisasi, namun tak mengubah cita rasanya.

Tahu lontong Bu Jumai ini telah dikenalkan pada masyarakat sejak tiga generasi. Generasi pertama, usaha tahu lontong ini dikelola oleh pasangan suami istri bernama Jumai, dan kini keduanya telah wafat. Kemudian, diteruskan oleh kedua anaknya, hingga saat ini diteruskan oleh Dani Wulandari. Perempuan yang akrab disapa Dani itu adalah generasi ketiga penerus dari usaha tahu lontong Bu Jumai. Dani meneruskan estafet usaha tahu lontong ibunya, yang tak lain adalah putri ketiga dari pasangan Jumai.

Dani menuturkan bahwa selama ini tahu lontong miliknya tetap mempertahankan resep masakan warisan lama. Tahu lontong ini menggunakan bumbu kacang biasa, namun memiliki cita rasa yang berbeda. Bumbu rempah tambahan yang dikatakan sebagai bumbu rahasia benar-benar diracik secara pas dan cocok di lidah siapa pun, bahkan untuk para konsumen yang baru pertama kali mencobanya.

Sementara, kombinasi telur dan tahu lontong dihidangkan dengan digoreng nampak setengah matang. Warna dari tahu dan telur yang telah digoreng ini tidak mencolok berwarna merah. Warnanya putih kekuningan. Namun, cita rasanya sangat terasa gurih. Jika yang tak suka telur, pelanggan bisa request khusus.

Kuliner yang menyajikan lontong dengan tahu goreng ditambah tauge dan dilumuri bumbu kacang serta kecap ini juga bisa dijadikan lauk makan. Menurut Dani, banyak pelanggannya yang memesan racikan makanannya tanpa menggunakan lontong. Karena itu, racikan bumbunya disajikan terpisah. “Kalau untuk lauk makan, penyedapnya kita tambahi, supaya cocok untuk lauk. Pelanggan itu kita tanya dulu sebelum meracik,” ujar Dani.

Harganya pun meningkat seiring waktu. Mulai dari Rp 1.250 ketika pertama kali dibuka, kini dibanderol Rp 13 ribu untuk menu tahu lontong komplet plus telur. Sedangkan bagi yang tidak suka telur, bisa menyediakan bujet Rp 11 ribu. Editor : Radar Digital
#Kuliner #Jember