Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Potensi Uang dari Salon Ikan Cupang

Safitri • Sabtu, 2 Januari 2021 | 22:10 WIB
PROSPEKTIF: Proses pembentukan ekor ikan cupang yang estetik. Inilah yang dilakukan pebisnis salon ikan cupang agar ikan milik klien terlihat lebih cantik dan menarik.
PROSPEKTIF: Proses pembentukan ekor ikan cupang yang estetik. Inilah yang dilakukan pebisnis salon ikan cupang agar ikan milik klien terlihat lebih cantik dan menarik.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Dika tampak serius siap sejumlah peralatan. Di hadapannya, sebuah wadah berisi air rendaman tembakau telah disiapkan. Ada seekor ikan cupang yang terlihat tak bergerak lincah. Lemas, namun tak mati. Hewan ini memang sengaja dibius dalam rendaman air tembakau tersebut.

Setelah memastikan ikan cupang ini lemas, Dika lantas mengangkatnya dengan papan kecil. Kemudian, posisinya ditata sedemikian rupa hingga siripnya mengembang. Perlahan, dengan silet kecil dan cotton bud, dia mulai merapikan sirip ikan tersebut. Prosesnya dilalui kurang lebih selama 15 menit, hingga akhirnya dia menyelesaikan proses tersebut.

Ya, saat ini tengah muncul sebuah peluang bisnis baru. Selama kemunculan hobi ikan cupang di masa pandemi sekarang, bisnis salon ikan cupang pun ikut menggeliat. Jasa salon ikan cupang banyak dilirik dan dibutuhkan oleh para kolektor fanatik ikan cupang. Apalagi jika momen kontes ikan cupang sedang ramai.

Salah satu penyedia jasa salon ikan cupang adalah Dika. Dirinya mengungkapkan bahwa selama ini jasa salon ikan cupang diminati untuk keperluan kontes. Sementara, pehobi ikan cupang yang tidak begitu giat dalam mengikuti kontes, sangatlah jarang untuk melakukannya. Untuk perawatan dan penyalonan, harga yang dibanderol berkisar Rp 30-40 ribu. “Bergantung pada tingkat pola yang diinginkan oleh pemesan,” imbuhnya.

Jasa ini ramai dilirik ketika ada kontes ikan cupang. Terlebih, kontes ikan cupang untuk kategori International Betta Congress (IBC). “Makin prospektif lagi, pasalnya di Jember masih sangat jarang ada penyedia jasa salon ikan cupang yang eksis,” lanjut mahasiswa Universitas Muhammadiyah tersebut.

Walaupun jasa hias ikan cupang di Jember masih jarang, namun pelanggan yang membutuhkan jasa juga tidak bisa ditentukan. Dalam satu bulan, Dika dapat memperoleh sekitar 20 lebih pengguna jasa.

Sementara itu, salah satu kolektor ikan cupang, Shanu Tedy Titoyo, menuturkan bahwa tidak sedikit kolektor yang sering mengikuti kontes mencoba-coba untuk melakukan penyalonan ikan cupang sendiri. Banyak motif yang melatarbelakanginya. Beberapa di antaranya ingin bisa belajar sendiri. Lainnya, karena memang merasa mampu untuk melakukan penyalonan.

Menurutnya, ikan cupang yang telah melakukan penyalonan memiliki level yang berbeda dengan ikan cupang pada umumnya. Ikan cupang yang telah menjalani proses salon akan memiliki nilai estetika yang berbeda. "Selain itu, jika sudah memenuhi standar, kelasnya sudah berbeda dengan ikan cupang yang hanya dikoleksi biasa,” pungkas Shanu. Editor : Safitri
#Jember #Peristiwa #Ikan