Menurut salah satu karyawan agrowisata Boma, Usman Pamungkas, libur tahun baru merupakan momen yang menjanjikan dalam meningkatkan profit bisnis wisata. Namun, mengingat peningkatan jumlah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jember, maka pihak pengelola dituntut untuk menjaga keselamatan masyarakat.
"Profit memang penting untuk pendapatan perusahaan. Apalagi sektor wisata adalah unit usaha lain yang sangat menjanjikan," tutur Usman saat dikonfirmasi RADARJEMBER.ID.
Selama pandemi Covid-19 menyerang Kabupaten Jember, wisata yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan ini telah menerapkan protokol kesehatan. Namun, kekhawatiran pihak PDP terhadap kondisi pandemi membuat wisata ini harus ditutup saat tahun baru, mulai 30 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021 mendatang.
Usman juga mengatakan, peningatan kasus positif korona di Jember disebabkan oleh minimnya kesadaran warga akan pentingnya protokol kesehatan. Oleh sebab itu, sebagai warga yang sadar akan bahaya Covid-19, Usman berupaya untuk terus mengedukasi masyarakat. Seperti memberikan anjuran untuk mencuci tangan, memakai masker saat di luar rumah, dan menjaga jarak.
Dia berharap agar masyarakat mampu menyadari bahaya Covid-19, sehingga protokol kesehatan dapat dilaksanakan dengan baik dan pandemi segera usai.
"Mari mulai dari kita, keluarga kita, insyaallah pandemi ini berakhir. Bukan hanya orang suspek yang menderita, tetapi lebih dari itu. Ekonomi juga lumpuh, seperti halnya penutupan wisata ini banyak yang terdampak," pungkasnya. (*)
Fotografer: Usman For Radar Jember Editor : Radar Digital