Mereka adalah anggota Perguruan Pencak Silat Tjimande (PPTI) Cabang Jember, yang datang dari tiga kecamatan untuk menggelar latihan bersama. "Ini merupakan kali pertama Tjimande mengadakan latihan bersama di era pandemi Covid-19 di Pantai Watu Ulo. Mereka datang dari tiga kecamatan yaitu Ambulu, Jenggawah dan Tempurejo," terang Ketua PPTI Cabang Jember Imam Syafi'i.
Menurut orang nomor satu di perguruan silat Tjimande Kabupaten Jember itu, perguruan tersebut hingga saat ini hampir berusia empat ratus tahun atau pertama kali terbentuk tahun 1760. "Tjimande di Indonesia menolak punah dan sampai hari ini tetap eksis, bahkan keberadaan Tjimande tidak saja ada di dalam negeri tapi juga di luar negeri," imbuh Imam.
Lantas bagaimana cara Tjimande Jember mempertahankan eksistensi? Caranya adaalah melakukan regenerasi di tubuh perguruan silat asli dari Jawa Barat itu, dengan melakukan perekrutan anggota dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Alhasil langkah itu berhasil, bahkan perguruan silat itu kini memiliki anggota sebagian besar dari kalangan anak muda.
Nizam, salah seorang pelajar, beralamatkan di Dusun Tutul, Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu beralasan masuk sebagai anggota Tjimande untuk meraih prestasi non akademik. "Saya ingin banyak teman dan menambah saudara ikut menjadi anggota Tjimande ini, selain itu ingin mengukir prestasi di bidang olahraga pencak silat."jelas Nizam. (*) Editor : Radar Digital