Rudi merupakan petugas kebersihan di pasar induk itu. Saban hari, dialah yang bertanggung jawab terhadap kebersihan toilet di kawasan pasar. Tak heran, saat bekerja tangan kanannya cukup lihai mengayunkan sikat. Sedangkan tangan kirinya memegang hand spray berisi cairan pembersih. Kombinasi dua tangan itu memantapkan gerakan Rudi sebagai penjaga sekaligus petugas kebersihan toilet.
“Setiap hari rutin bersih-bersih seperti ini,” ucap pria yang sudah menjadi petugas toilet sejak 1987 itu kepada Jawa Pos Radar Jember. Semua dia lakoni. Mulai dari mengepel, membersihkan sampah, hingga menjaga toilet agar tetap harum. Jika kebersihan terjaga, Rudi berharap, warga pasar bisa betah saat menggunakan toilet umum itu. Terlebih, pengunjung harus membayar Rp 2 ribu jika mandi dan Rp 1.000 untuk kencing atau buang air. “Kalau tidak bersih, orang-orang pasti protes,” tuturnya.
Hal serupa juga disampaikan Eva Susanti. Penjaga toilet di sisi utara Pasar Tanjung tersebut menjelaskan, dirinya juga rutin membersihkan toilet. “Setiap hari dan berkali-kali,” canda warga yang tinggal di Jalan Letjen Suprapto, Sumbersari, tersebut. “Alhamdulillah, tidak ada kendala selama saya jaga mulai pukul enam pagi sampai lima sore,” ucapnya.
Sementara itu, Maimunah mengaku, kondisi toilet saat ini sudah lebih baik jika dibandingkan dulu. Sebab, sudah ada petugas jaga yang rutin membersihkan toilet. Pedagang kopi di Pasar Tanjung itu mengungkapkan, sejak dulu tarifnya tetap sama. “Bedanya, sekarang para petugasnya jauh lebih rajin bersih-bersih daripada dulu,” ucap warga Kelurahan Jember Kidul, Kaliwates, tersebut.
Hafid Alkatiri, pengunjung pasar asal Desa Jubung, Sukorambi, juga menyatakan hal serupa. Menurutnya, kondisi toilet di Pasar Tanjung saat ini sudah mendingan. “Sayang, toilet di pasar tidak memiliki handrail. Dengan begitu, penyandang disabilitas bakal kesusahan jika menggunakan toilet tersebut,” ungkapnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, 12 titik toilet di Pasar Tanjung memang relatif bersih. Salah satunya, toilet di lantai satu sisi selatan gedung. Suara air yang jatuh dari keran pada bak mandi itu menjadi penanda bahwa air di toilet yang berukuran sekitar 1 X 1,5 meter tersebut berfungsi dengan baik, meski arusnya tak begitu deras. Karena baru dibersihkan, bau sabun lantai begitu menyengat. Dengan lampu LED berukuran kecil, pencahayaan di empat kamar mandi tersebut bisa dikatakan layak. Tak begitu redup, juga tak menyilaukan mata.
Sementara itu, terdapat dua ventilasi di setiap kamar mandi. Dengan begitu, tidak membuat pengap pengunjung yang masuk ke kamar mandi saat pintu ditutup. Namun, meski tampak bersih, belum ada kelengkapan kelayakan toilet yang memadai seperti sabun cuci tangan, tisu, dan urinoar. Selain itu, tak ada perbedaan pengguna laki-laki atau wanita.
Dimintai keterangan tentang kebersihan toilet, Kepala Pasar Tanjung Mistarinto menerangkan, pihaknya telah memegang pengelolaan kebersihan toilet sejak 2018. Sebelumnya, dipegang pihak ketiga. Pada saat dipegang pihak ketiga, pria yang akrab disapa Mistar itu menuturkan, banyak keluhan yang terjadi. Mulai dari pendapatan yang tak sesuai target hingga kebersihan toilet yang terbengkalai.
Meski penjaganya sama seperti saat dipegang pihak ketiga, dia mengaku lebih bisa mengontrol berbagai aturan pada pengelolaan toilet. “Dengan tegas, kami imbau para petugas untuk rutin membersihkan toilet. Itu pun kami pantau,” terangnya saat ditemui, Jumat (18/12) lalu. Kalau tidak mau menurut, Mistar menegaskan, pihaknya bakal mengganti petugas jaga toilet tersebut.
Meski kebersihan toilet di Pasar Tanjung relatif aman, Mistar mengungkapkan, masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Berdasar data, ada 12 titik kamar mandi di Pasar Tanjung. Setiap titik terdiri atas dua sampai empat bilik toilet. “Namun, hanya satu toilet yang mendapatkan renovasi pada 2019 lalu,” imbuhnya.
Belum lagi, perlu perbaikan instalasi listrik, saluran air, dan pembuangan air yang tersumbat karena gumpalan tanah. Serta belum adanya pembuangan khusus per toilet. “Pasar Tanjung juga butuh tandon air yang mampu memenuhi kebutuhan air di seluruh Pasar Tanjung,” ujarnya. Sebenarnya, Mistar telah mengajukan perbaikan sejak lama. Namun, masih terkendala biaya perbaikan yang tidak sedikit. “Tahun depan kami coba lagi,” ucapnya. Editor : Safitri