Baru-baru ini, ada cara unik yang ditempuh beberapa pelaku usaha untuk mendongkrak barang maupun jasa yang mereka jual. Yakni, dengan memanfaatkan jasa selebriti Instagram (selebgram) untuk memasarkan makanan, minuman, atau jasa para pelaku usaha melalui akun media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, maupun Youtube. Sebutannya, endorse.
Hal tersebut dilakukan Edy Wahyudi belum lama ini. Kaprodi S3 Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unej tersebut memiliki usaha berupa warung makan di Jalan Kalimantan, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. “Awalnya, saya tidak terpikir bakal menggunakan jasa selebgram untuk mempromosikan berbagai hidangan di warung,” ungkapnya.
Di usianya yang hampir kepala lima itu, cara mempromosikan hidangan melalui jasa orang lain dianggap tak meyakinkan untuk menarik minat pembeli. “Nyatanya, ada perkembangan yang signifikan,” kata pria yang tinggal di Jalan Bengawan Solo, Nomor 14, Kecamatan Sumbersari.
Tak berselang beberapa lama, Edy mengungkapkan bahwa banyak pembeli yang memadati warungnya. “Saya kira, ini merupakan langkah yang efektif untuk menarik minat pembeli,” lanjutnya. Menurutnya, para selebgram tersebut memiliki banyak pengikut di akun media sosial mereka. Baik Instagram maupun TikTok dan akun lain.
Tentu saja, setiap materi barang maupun jasa yang terunggah di media sosial dilihat oleh puluhan, ribuan, bahkan jutaan warga internet (warganet). “Nah, cara ini bisa dilakukan para pelaku usaha untuk mendongkrak perekonomian mereka masing-masing,” paparnya.
Hal serupa juga dilakukan Annisa Ilman Nafia. Warga Dusun Pondok Lalang, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah tersebut berupaya untuk mengenalkan barang dagangannya melalui jasa endorse selebgram. “Ada minuman dan jajanan brownies yang baru saya buat bersama dengan beberapa kawan,” tutur wanita yang berusia 19 tahun itu.
Untuk mempromosikannya, dia bekerja sama dengan salah seorang selebgram. Alhasil produk yang dipesan secara online buatannya bisa diminati banyak pelanggan
Meski begitu, wanita yang akrab disapa Fia tersebut mengajak seluruh pelaku UMKM untuk pintar dalam mencari celah guna menarik minat beli warga Jember. “Pandemi memang meruntuhkan banyak hal, salah satunya adalah dunia perdagangan,” terangnya.
Meski pandemi merugikan, tapi ada yang bisa dimanfaatkan. Yakni aktivitas kosong yang banyak diluangkan warga Jember saat berada di rumah. “Pasti banyak yang pegang HP, jejali saja mereka dengan berbagai pilihan makanan, minuman, atau jasa yang bisa dijual dengan menggunakan jasa endorse,” imbuhnya. Dengan begitu, pandemi tak bisa menyurutkan semangat para pelaku UMKM untuk berwirausaha. Editor : Safitri