Perbaikan jalan MH Thamrin, Desa/Kecamatan Ajung, itu dikoordinir oleh Taufan. Jalan yang diperbaiki mulai jembatan depan Jember Sport Garden (JSG) hingga di depan gudang kopi, dengan panjang setiap lubang kurang lebih 1 kilometer.
Warga memperbaikinya dengan mengecor jalan yang sudah rusak parah. Sebab, banyak retakan dan lubang di sepanjang jalan tersebut. Sejak awal, Jalan HM Thamrin dicor dengan menggunakan semen sebelum diaspal di bagian atasnya. Hanya saja, tidak dipasang besi untuk memperkuat. Dengan begitu, ketika semen itu retak, aspal tersebut juga ikut rusak. Semen yang berada di bagian bawah mulai hancur dan mengakibatkan lubang yang cukup dalam. “Di jalan mulai dari depan JSG hingga ke arah barat sering terjadi kecelakaan tunggal,” kata Taufan.
Menurut dia, sering terjadi kecelakaan di jalan yang menikung. Di sana, terdapat beberapa lubang yang cukup dalam. Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, warga sering memasang penanda dengan menggunakan bambu dan ban truk.
Hal serupa juga disampaikan Samsul, warga setempat. Menurut dia, hampir setiap malam di jalan tersebut sering terjadi kecelakaan, utamanya pengendara sepeda motor. “Karena yang melintas di jalan tersebut bukan hanya warga Ajung, ada juga pengendara dari luar kota,” imbuhnya.
Selain itu, Samsul menyatakan bahwa tak hanya kendaraan kecil yang lewat jalan yang juga menghubungkan Banyuwangi dengan Surabaya tersebut. Banyak kendaraan berat seperti truk gandeng, kontainer, dan tronton. “Bahkan, sekarang banyak dump truck ukuran besar yang sering melintas dengan muatan berat,” kata Samsul.
Untuk sementara agar tidak ada lagi yang kecelakaan, warga dari empat RT tersebut berinisiatif memperbaiki jalan dengan menggunakan dana swadaya murni dari warga. Meski belum tentu bisa bertahan lama, pihaknya berharap, jalan yang berlubang itu tidak membahayakan pengguna jalan lain. Khususnya pengendara motor “Mudah-mudahan dengan upaya yang dilakukan warga Dusun Krajan, Desa Ajung, ini ada tindak lanjut dari Dinas PU Bina Marga,” katanya. Editor : Safitri