Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tantangan Perjalanan Menuju Puncak

Safitri • Selasa, 8 Desember 2020 | 21:42 WIB
KEGIATAN MENANTANG: Tren mendaki gunung kini tengah digandrungi di kalangan anak muda. Namun, pada masa pandemi saat ini terdapat aturan khusus bagi para pendaki yang hendak mendaki gunung.
KEGIATAN MENANTANG: Tren mendaki gunung kini tengah digandrungi di kalangan anak muda. Namun, pada masa pandemi saat ini terdapat aturan khusus bagi para pendaki yang hendak mendaki gunung.
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sensasi menantang dalam perjalanan menuju puncak, inilah yang dicari oleh para pecinta alam ketika mendaki gunung. Ya, aktivitas mendaki gunung tak pernah lekang menjadi tren di kalangan anak muda. Oleh karena itu, mereka tak pernah bosan menjejak jalur pendakian, demi kepuasan ketika berhasil menaklukkan gunung yang mereka tempuh.

Namun, di masa pandemi ini ruang gerak mereka sedikit terbatas. Sebab, di beberapa lokasi, terdapat aturan khusus bagi para pendaki. Bahkan jalur pendakian di sebagian gunung ditutup untuk umum.

Setiap gunung memiliki aturan yang berbeda untuk para pendaki. Bergantung pada kondisi, ketinggian, dan letak geografis gunung itu sendiri. Namun perlu diketahui juga, ada beberapa perlengkapan khusus yang wajib dibawa oleh para pendaki untuk menuju ke puncak gunung.

Ketua Komunitas Pendaki Gunung Jember (PGJ) Nurul Huda mengatakan, ada tiga perlengkapan wajib yang harus dibawa pendaki saat hendak mendaki gunung pada masa pandemi. Ketiga perlengkapan ini biasanya berlaku bagi seluruh gunung pendakian. "Ketika mau melewati pintu masuk, pasti akan disuruh membawa tiga hal ini," tutur Huda kepada Jawa Pos Radar Jember.

Pertama adalah surat keterangan sehat atau telah melakukan rapid test. Nah, surat ini akan diminta saat melakukan registrasi online maupun ketika tiba di pintu masuk gunung atau registrasi offline.

Kedua, membawa masker atau buff. Bahkan, biasanya dianjurkan untuk membawa masker cadangan. “Namun, jika terdapat pendaki yang tidak bisa menggunakan masker karena khawatir sesak napas, maka boleh juga menggunakan buff karena lebih nyaman dan sirkulasi udara lebih tinggi,” lanjutnya.

Ketiga, membawa hand sanitizer. Selain ketersediaan air saat di puncak gunung sangat terbatas, hand sanitizer ini juga membantu mencegah penularan virus korona melalui tangan para pendaki.

Mendaki gunung menjadi alternatif yang tepat bagi sebagian orang yang ingin berwisata alam saat masa new normal. Apalagi beberapa gunung di Indonesia sudah mulai dibuka kembali sejak beberapa waktu silam. Namun, perlu diingat bahwa terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan jika hendak melakukan pendakian gunung.

Huda mengatakan, kegiatan mendaki gunung saat pandemi tentu berbeda dengan biasanya. Mulai dari persyaratan hingga peralatannya juga berbeda. "Persyaratannya tambah banyak. Begitu juga dengan perlengkapan yang harus dibawa," ungkapnya.

Pertama, setiap gunung memiliki peraturan yang wajib dipatuhi oleh para pendaki. Terutama aturan untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di tengah masa pandemi ini. Berikutnya adalah mendaki gunung dalam kelompok kecil. “Mendaki secara berkelompok atau sendiri, memengaruhi terhadap penyebaran virus korona. Hampir seluruh gunung yang telah membuka pendakian saat ini membatasi durasi dan kapasitas pengunjung,” lanjut Huda.

Selain itu, menggunakan tenda separuh dari kapasitas juga menjadi salah satu penerapan social distancing. Seperti yang dikatakan oleh Huda, hal ini juga berpengaruh terhadap kebersihan tenda. "Kalau biasanya isi lima orang, maka sekarang maksimal tiga atau dua orang saja," ungkapnya.

Dia juga menyarankan untuk membawa peralatan dan perlengkapan pribadi. Menurutnya, virus korona merupakan penyakit menular yang tak terlihat wujudnya. “Karena itu, sebaiknya tiap pendaki lebih banyak membawa dan menggunakan peralatan atau perlengkapan milik pribadi,” tegasnya.

Terakhir, kebersihan adalah hal utama yang perlu dijaga di mana pun tempatnya. Terutama saat melakukan pendakian. Semakin pendaki menjaga kebersihan, maka akan semakin terhindar pula pendaki tersebut dari penyebaran virus korona. Editor : Safitri
#Jember #Gunung