Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ikut Kontes, Makin Tingkatkan Harga

Safitri • Senin, 30 November 2020 | 22:32 WIB
PESONA CUPANG: Betta fish atau ikan cupang mulai banyak menarik perhatian pehobi ikan. Ikan yang dulu dikenal sebagai mainan untuk anak kecil ini, kini menjadi bahan untuk gelaran kontes hingga menaikkan harganya.
PESONA CUPANG: Betta fish atau ikan cupang mulai banyak menarik perhatian pehobi ikan. Ikan yang dulu dikenal sebagai mainan untuk anak kecil ini, kini menjadi bahan untuk gelaran kontes hingga menaikkan harganya.
JEMBER, RADARJEMBER.IDBetta fish atau ikan cupang kini menjadi salah satu hewan peliharaan yang tengah digandrungi masyarakat. Harganya pun ikut melejit. Terlebih lagi di masa pandemi saat ini. Saking banyaknya peminat, kini mulai bermunculan kontes ikan cupang demi adu penampilan ikan kecil nan warna-warni ini.

Sekretaris Betta Fish Jember (BFC) Bagus Cahyo mengungkapkan, tingginya minat terhadap ikan cupang membuat harga hewan kecil ini pun mengalami peningkatan. Ikan yang sudah ada puluhan tahun silam dan dikenal sebagai ikannya anak kecil tersebut telah merangsek naik. “Apalagi sejak korona, hobi ikan semakin meningkat. Termasuk cupang,” ucapnya.

Belum lagi semakin banyaknya kontes yang digelar. Menurut Bagus, kehadiran kontes tersebut juga meningkatkan harga jual cupang. Bila harga cupang Rp 250 ribu yang biasanya dipakai untuk kontes tersebut, akan naik berlipat ganda. “Kalau yang menang juara 1 sampai 3 itu harganya bisa naik lima kali lipat. Bisa tembus Rp 1,5 juta, bahkan lebih,” terangnya

Dia menjelaskan, kualitas ikan cupang juga dinilai berdasarkan kelas atau grade. “Ada grade A, B, dan C,” jelasnya. Dia menjelaskan, peternak cupang sendiri sudah memilah ikan cupang yang masuk grade A hingga C.

Contoh untuk grade C, tambah pria asal Surabaya ini, adalah sering dijual di sekolah-sekolah ke anak-anak kecil. Sementara grade B, umumnya akan dijual ke reseller. “Sementara grade A, di-posting ke grup-grup pehobi ikan cupang,” tuturnya.

Dia menjelaskan, hanya ada perbedaan tipis antara grade A dan grade B. Bahkan, penjual juga kerap mengatakan ikan grade B jadi grade A. “Maka perlu diteliti lebih banyak. Mulai dari sirip, warna, bentuk kepala, hingga mental,” jelasnya. Bila mental tidak bagus, kata dia, maka dampaknya ikan tidak akan siap untuk kontes.

Sementara itu, Permana, warga Tegal Gede, mengatakan, memelihara ikan cupang tersebut mengingatkan masa kecilnya. Tapi bedanya, bila dulu beli cupang untuk ditarungkan, sekarang justru keindahan yang dicari. Editor : Safitri
#Jember #Hobi