Di jalan simpang tiga barat Polsek Mayang misalnya. Awalnya, monumen berupa sepeda motor yang dipasang itu masih terlihat utuh. Ini karena lokasi pemasangan monumen motor tersebut berada di tempat yang berdekataan dengan rumah warga. Tepatnya di Desa/Kecamatan Pakusari. Namun, ternyata sejumlah bagian dari rangka motor itu pun satu per satu hilang.
Sama halnya dengan monumen yang dipasang di perbatasan Kecamatan Silo-Mayang. Bangkai mobil ini hanya tersisa rangkanya saja. Bagian lampu, kaca, dan lainnya yang hilang. Dibongkar entah oleh siapa.
Bukan hanya bagian aksesori mobil yang diambil, namun juga termasuk lampu penerangan dan tiang yang dipasang di samping monumen juga raib. “Padahal dibangunnya monumen kecelakaan di jalan yang menikung itu agar pengendara yang melintas lebih berhati-hati,” kata Samsul, warga setempat.
Dirinya menduga, pelaku mengambilnya pada malam hari, karena lokasinya memang berada di tikungan dan jauh dengan permukiman warga. “Kalau hanya orang satu tidak mungkin bisa, karena monumennya cukup tinggi,” imbuhnya. Editor : Safitri