MUCHAMMAD AINUL BUDI, Sumbersari, Radar Jember
Dunia si kulit bundar Jember tak boleh dipandang sebelah mata di sepak bola Indonesia. Sudah banyak pesepak bola asli Jember yang meroket di Liga Indonesia. Bahkan, mereka juga membela Timnas Indonesia. Mengenakan jersey lambang garuda di dada. Selain itu, sepak bola Jember juga tak lepas dari klub lokalnya, Persid Jember. Sejak 1952 berdiri, klub ini masih eksis di kompetisi kasta kedua Liga Indonesia, beberapa tahun silam. Kini, terjerembab di kompetisi amatir Liga 3.
Kendati begitu, cerita panjang dari perjalanan Persid dan pesepak bola Jember tak lekang oleh waktu. Patut dikenang dan diabadikan. Mulai dari Persid dengan cerita para pemainnya, serta beberapa pertandingan pentingnya. Juga para pemain asli Jember yang bangga membawa nama daerahnya di kompetisi teratas Indonesia. Berbagai serpihan kenangan itu coba dikumpulkan oleh tiga pemuda ini. Mereka memiliki inisiatif untuk membuat semacam museum mini. Tiga pemuda tersebut adalah Rizky Adi Nugraha, Derry Cahya Novrianto, dan Yunand Nidzar.
Sekitar bulan Agustus tahun lalu, mereka akhirnya mendirikan toko pakaian olahraga di bilangan Jalan Letjen Panjaitan, Sumbersari. Di tokonya, mereka sekaligus membuat museum mini dengan memajang jersey-jersey lawas dan foto-foto jadul Persid era 2000-an hingga menjamah di Liga 3. “Tujuan kami ingin merawat sejarah sepak bola Jember. Mulai dari Persid hingga pemain asli Jember sendiri. Karena kami juga pecinta Persid Jember,” tutur Derry kepada Jawa Pos Radar Jember.
Beberapa jersey para pemain sepak bola Jember mereka pajang. Ada tiga jersey pemain Jember yang kini masih eksis di sepak bola Indonesia. Seperti Andik Vermansyah, Rizky Dwi Febrianto, dan pesepak bola putri Nisma Francida Rusdiana. “Untuk jersey Nisma dan Rizky, kami dapatkan langsung dari pemainnya. Jersey bekas pemain atau sebutannya Match worn,” imbuh alumnus jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember (Unej) tersebut.
Jersey Nisma didapatkan sewaktu dia bermain untuk Garuda Pertiwi, julukan Timnas Putri, di ajang internasional Sea Games Filipina tahun 2019 lalu. “Nisma memberikan jersey home-nya yang warna merah,” lanjut Derry.
Sedangkan untuk jersey Rizky Dwi, diperoleh saat Rizky membela Madura United di kancah Liga 1 tahun 2018 lalu. Spesialnya, jersey home Madura United milik Rizky itu ketika dirinya mencetak gol perdana. Kala itu, pada pertandingan terakhir kompetisi, Madura United melawan tim juara Liga 1 tahun itu, Bhayangkara FC, di Gelora Bangkalan, Madura. “Rizky ini pemain asli Ledokombo,” kata Yunand, menambahkan.
Sementara itu, jersey Andik Vermansyah yang juga pemain kelahiran Jember, mereka dapatkan ketika mantan pemain Timnas Senior itu membela klub Malaysia, Kedah FA, tahun 2018. “Jersey Andik itu saya titip dari teman di Malaysia. Jerseynya player issue (PI), kami juga minta tanda tangan langsung Andik saat dia main tarkam (antarkampung, Red) di Ledokombo, beberapa bulan lalu,” ujar Rizky Adi.
Jersey lainnya, ada jersey skuad Jember United (JU) juara Piala Soeratin U-17 tahun 2014 silam. Yakni milik Ajudia Eka Kurniawan, kapten JU waktu itu. Beberapa jersey Persid lawas di antaranya, Slamet Sampurno dan legiun asing asal Brazil, Rodrigo Santos, tahun 2005 silam. “Selain jersey, kami juga menampilkan foto-foto lawas pemain Persid. Foto-foto dari Facebook dan Google. Juga ada yang motret langsung saat Persid main di Liga 3 tahun 2017 kemarin,” pungkas Rizky Adi. Editor : Safitri