"Kelima pendemo ini bukan bagian dari AJM. Kami telah memastikan dan mengonfirmasi pada 30 elemen lainnya,” papar korlap aksi, Nurul Mahmuda, Senin (26/10) kemarin.
Dia menegaskan jika peserta aksi yang ‘beneran’ telah ditandai dengan pita kain putih. Sedangkan kelima tersangka tidak menggunakan atribut tersebut. Terlebih, dalam konsolidasi selama aksi semua diimbau dan disarankan tidak berbuat anarkis.
"Kami melakukan aksi damai. Kita juga sudah mengimbau kepada semua peserta aksi,” tutur mahasiswa IAIN Jember itu.
Pihaknya pun membantu advokasi upaya pembebasan lima mahasiswa pendemo yang diamankan. Namun, pihak AJM tidak memberikan keterangan konkret alasan untuk memberikan advokasi bagi demonstran yang diklaim bukan anggotanya.
Nurul Mahmuda juga melakukan klarifikasi terkait oknum yang menyebabkan adanya bentrok. Menurutnya, hal ini bermula ketika ada oknum menyiram sound system aksi dengan air. Sehingga pelantang suara mati.
“Ricuh dan bentrok pun terjadi. Massa aksi saling berkelahi. Sebagian korlap tak mampu membendung. Sehingga baku hantam pun terjadi. "Semua yang membuat kesusahan adalah oknum,” pungkas Nurul Mahmuda. Editor : Safitri