Sejak kasus kejahatan seksual terhadap anak ini mencuat, Hidayat memang tak ada di rumah. Dia sudah berangkat ke tempat kerjanya di Bali. Di Pulau Dewata itu, pelaku bekerja sebagai kuli bangunan. Meski berada di pulau seberang, namun saat teman-temannya tertangkap dirinya sudah mendengar kabar itu melalui pesan WhatsApp.
Saat menyerahkan diri Hidayat , diantar Dewi Kholifah, Kepala Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah. Tersangka juga didampingi kakak perempuannya. Menggunakan kaus hitam dan bercelana pendek, pelaku masuk ke ruang penjagaan SPKT Polsek Jenggawah.
"Saya memang berniat menyerahkan diri setelah mendengar enam teman ditangkap," kata Hidayat. Dia mengaku, setelah mendapat kabar dari temannya, dirinya sudah siap untuk pulang. “Karena saya belum punya uang, maka langsung ditransfer oleh Bu Kades. Dan akhirnya saya bisa pulang," ungkapnya.
Tersangka mengakui perbuatannya. Dia pernah melakukan hubungan intim setelah diajak keluar oleh korban. Dia menjemput korban di sebuah gang tak jauh dari tempat tinggal gadis belia tersebut. “Saya hanya sekali melakukannya di tengah sawah," ucapnya.
Hidayat juga mengaku, suatu ketika dirinya pernah di lokasi yang sama dengan teman-temannya ketika mereka berhubungan badan dengan korban. Tapi, kala itu, dia tak ikut melakukan hubungan intim. “Saya hanya sekali berhubungan intim dengan korban. Jemputnya malam hari, pulangnya pagi hari. Itu permintaan dari korban sendiri,” ujarnya.
Kepala Desa Kemuningsari Kidul Dewi Kholifah mengatakan, dirinya memang meminta kepada pelaku yang ada di Bali dan Madura agar menyerahkan diri. Demikian juga dengan dua pelaku lainnya yang kerja di sebuah proyek di Desa Pecoro, Rambipuji. Dia berusaha membujuk keempat pelaku yang merupakan warganya tersebut agar menyerahkan diri ke polisi. “Hidayat ini belum bisa pulang karena memang belum ada uang. Baru setelah ditransfer dia bisa pulang,” tuturnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Jenggawah Aiptu Ahmad Rinto membenarkan telah mengamankan satu pelaku lagi yang baru pulang dari Bali. Tersangka diantar oleh salah seorang keluarga dan kepala desa. “Saat ini seluruhnya pelaku yang berjumlah tujuh orang sudah kami amankan. Kami akan melakukan pemeriksaan terkait dengan laporan ibu korban,” pungkas Rinto. (*) Editor : Radar Digital