Siang kemarin (14/10), suasana cukup panas dan gerah. Semilir angin yang dinanti tak kunjung datang. Walau begitu, tidak menghalangi niat ibu-ibu dari Kramat, Tegalbesar, untuk berwisata. Mengendarai motor dan tak lupa membawa anak, mereka langsung menuju lokasi.
Setidaknya ada 10 ibu-ibu dari Kramat yang ikut bergabung menuju lokasi yang lagi tren di media sosial Instagram. “Mumpung lokasinya dekat. Tidak jauh. Di Gunung Batu,” terang Ela Sriwijayanti.
Bekas tambang batu di Gunung Batu tersebut sekarang memikat hati masyarakat. Menurut Ela, wisata bekas tambang gunung batu ini tidak seperti di Jember. “Seperti bukan di Jember. Padahal ya Kota Jember,” jelasnya.
Batu andesit besar yang bertumpuk tidak beraturan, ditambah terbentuknya danau di bekas galian, membuat pemandangan awan terpantul di air nan jernih tersebut. Gedung hotel menjulang jadi background tersendiri bagi para pemburu foto profil media sosial.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, selain ibu-ibu, banyak anak muda yang juga berdatangan. Mereka ada yang bergerombol, ada juga yang berduaan saja. Menurut Agus, pemuda setempat, wisata bekas galian tambang batu tersebut ada yang menamakan hanya wisata Gunung Batu, tapi juga ada Wisata Bukit Duri Gunung Batu. Mengapa diberi nama bukit duri, lantaran untuk masuk ke lokasi harus melewati gang bukit duri di Jalan Karimata.
Dia mengatakan, Bukit Duri Gunung Batu tersebut semakin eksis sejak pandemi korona. Bahkan, setiap sore setidaknya ada 15 sampai 30 orang ke Bukit Duri Gunung Batu. Hari semakin sore, eksotisme bukit itu belum sirna. Kawanan pesepeda mulai datang menikmati senja di atas batu andesit yang menjulang ke langit Editor : Safitri