Sekitar 70 meter dari warung Matori, ada sekitar delapan orang yang memancing ikan. Duduknya berjajar. Dari kejauhan, para pemancing itu girang bukan kepalang, lantaran gampang mendapat tangkapan ikan. Terlebih, saat ini pantai selatan masih musim ikan layur.
Ikan layur dengan kualitas super nyaris gampang di dapat oleh nelayan. Padahal ikan jenis ini tidak muncul setiap bulan. Tahun lalu misalnya, musim ikan layur itu hanya terjadi selama dua bulanan. Yaitu antara bulan Juni akhir hingga awal Agustus. “Biasanya hanya dua bulan saja ikan layur keluar,” kata Matori.
Namun sekarang, musim ikan layur lebih lama. Sejak bulan Juni lalu hingga saat ini, atau setara dengan empat bulan. “Setiap malam orang-orang banyak yang mancing layur di depan, sambil bawa senter,” tambah pemilik warung ikan bakar yang telah berdiri sejak 20 tahun silam itu.
Biasanya, di malam Jumat para nelayan libur untuk melaut. Namun, di hari Jumat pekan lalu, hampir semua nelayan berangkat melaut untuk meraup ikan layur sebanyak-banyaknya.
Menurut Matori, sekali melaut, mereka bisa membawa pulang 5-10 boks ikan dengan kualitas super. Sebab, satu ekor ikan layur beratnya bisa mencapai 3 kilogram.
Sementara itu, Syukri, salah satu nelayan asal Jambearum, Puger, mengatakan, walaupun dua hari belakangan hujan dan angin relatif kencang, dia tetap melaut. “Biasanya bisa bawa ikan 40-50 boks. Kalau sekarang, cuma dapat 5-10 boks saja,” katanya.
Di pasaran (bukan TPI) harga ikan layur relatif mahal. Satu ikan layur ukuran sedang dijual dengan harga Rp 7.500 ribu. Padahal, biasanya di musim ikan harga layur berkisar sekitar Rp 5 ribu saja. Editor : Safitri