Kericuhan berawal dari seorang pengunjuk rasa yang melemparkan batu ke pihak aparat kepolisian. Kemudian diikuti oleh pengunjuk rasa lainnya.
Puluhan batu, sandal, dan botol air meneral melayang di depan gedung DPRD. Aksi itu diiringi pekikan dari pengunjuk rasa. Polisi yang bersiaga segera menertibkan dengan meminta massa untuk mundur.
Sebelumnya, Mahmuda, salah seorang demonstran, dalam orasinya telah mengimbau kepada pengunjuk rasa lainnya agar tenang dan tidak melakukan kekerasan. "Tenang, kita tunggu DPRD sampai keluar," ucapnya.
Namun hingga berita ini ditulis, pihak DPRD belum terlihat merespon suara dan aspirasi masyarakat dan mahasiswa tersebut. Editor : Safitri