Sekolah Eyang didirikan Februari tahun 2017 lalu. Kini, memiliki murid 48 orang, nenek-nenek semua.
Juhariyah, 65, seorang lansia asal Trenggalek inilah yang memiliki ide untuk mengedukasi nenek-nenek setempat dalam merawat cucu-cucunya. ”Mayoritas nenek-nenek di Ledokombo mengurus cucu-cucunya untuk menggantikan orang tuanya yang sedang bekerja di luar kota,” katanya.
Awalnya, Juhariyah mengadakan perkumpulan hanya berupa acara arisan setiap minggu. Namun, melihat banyaknya orang tua lanjut usia yang belum memahami perkembangan cucunya, Juhariyah pun mencoba meng-edukasi kalangan lansia tersebut.
Ada berbagai macam kegiatan yang dilakukan di Sekolah Eyang. Seperti, pembekalan soal merawat cucu, senam sehat, pembekalan materi untuk aktivitas di dapur, serta pemberian materi untuk pengolahan bahan pangan.
"Kami berkumpul biar nenek-nenek itu bisa happy," ucap lansia yang kerap disapa Eyang Juhariyah itu, Sabtu (3/10).
Tidak mudah bagi Eyang Juhariyah dalam mengajak mereka berkontribusi pada setiap kegiatan. Terkadang, ada sebagian nenek yang tidak mau mengikuti kegiatan, karena malu. "Saya datangi ke rumahnya. Sambil tanya-tanya, dan dibujuk buat ikut," ungkap Eyang Juhariyah.
Meski pandemi korona juga berimbas pada kegiatan Sekolah Eyang, namun Juhariyah tetap semangat dalam mengembangkan. Editor : Safitri