Tapi pagi itu, ada satu ruangan dengan pintu yang terbuka, yakni ruang guru. Beberapa guru tampak berada di dalamnya. Namun, tak banyak yang dilakukan para guru saat itu. Terlihat beberapa dari mereka hanya merapikan sejumlah berkas, lalu mengoperasikan laptop atau komputer dan lain-lain. waktunya pun tak lama. Sekitar pukul 10.00, satu demi satu guru terlihat mulai meninggalkan sekolah.
"Para guru memang masuk, mereka memberikan tugas ke siswa secara daring dari sekolah," terang Plt Kepala SDN Kaliwining 01 Sutarti. Tak hanya memberikan tugas, kehadiran mereka di antaranya juga untuk mengevaluasi sejauh mana berjalannya penugasan daring selama ini.
Sebenarnya, mereka menyayangkan harus datang ke sekolah tanpa ada satu pun siswa yang masuk. Sebab, sampai hari ini sekolah memang belum diberikan izin untuk kembali membuka kelas atau pembelajaran tatap muka langsung.
Tak hanya Sutarti, guru di sejumlah sekolah lain pun sama. Para guru tetap harus datang meskipun tidak ada siswa di sekolah. Selain memberikan penugasan secara daring, beberapa dari mereka ada yang memberikan tugas secara jemput bola. Yaitu dengan cara siswa datang ke sekolah untuk mengambil atau mengumpulkan tugas, setelah itu langsung pulang.
"Guru-guru memang tetap datang ke sekolah. Di sekolah, kita mengevaluasi dan memberikan tugas-tugas siswa, administrasi, dan keperluan lainnya," imbuh Faris Salman Al Farisi, guru SDN Puger Kulon 01, Kecamatan Puger. Editor : Safitri