Tak hanya datang dari Jember, agenda ini juga dihadiri tim dari luar kota. Salah satunya dari Bondowoso. Seluruh tim itu terbagi menjadi dua kategori usia dini, yakni U-8 dan U-10. Di antaranya Tunas Perkasa Ido, Arseko Bondowoso, Porsep Paleran, BPJ Biting, Pordes, dan SSA Pace. Sedangkan untuk U-10 total ada Arseko Bondowoso, Tunas Perkasa Ido, SSA Pace, Udhata Ambulu, Pordes, DSA, BPJ, dan Jaguar.
Menurut Manajer SSB Biting Putra Agung Sedayu, yang juga sebagai tuan rumah, latihan bersama tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Para pemain tetap dicek suhu tubuh dan cuci tangan. “Dengan latihan bersama ini, kami ingin menghilangkan kejenuhan anak-anak,” papar Agung kepada Jawa Pos Radar Jember.
Agung mengatakan, hingga sekarang ini turnamen ataupun kompetisi resmi untuk usia dini belum digulirkan kembali oleh PSSI pusat. Ini yang menjadi permasalahan bagi SSB di daerah, yang menunggu adanya kejuaraan resmi. Padahal mereka tetap perlu menyalurkan bakat para pemain juniornya. “Kami juga ingin menambah pengalaman dan jam terbang anak-anak agar mereka tetap bermain dalam turnamen. Feeling kejuaraannya agar tidak hilang,” imbuh Agung.
Sistem latihan bersama itu pun dibagi menjadi dua. Untuk U-8 dengan sistem kompetisi penuh, tiap tim bisa saling bertemu dengan format 7x7 pemain dan waktu 15 menit. Sementara, untuk U-10 sistem fase grup dengan format 8x8 pemain dengan waktu 20 menit. Editor : Safitri