“Dulu, banyak pengunjung yang datang dan menyeberang naik getek ini,” kata Sulaiman, 51, warga setempat yang setiap hari menyeberangkan orang dengan getek rakitan.
Penyeberang cukup membayar Rp 2000 rupiah pulang-pergi. Biasanya, ramainya pengunjung itu hari Minggu, terutama komunitas sepeda. “Getek ini tetap dibuka pagi, karena ada warga yang pergi ke hutan dan pencari kayu atau rumput,” jelasnya.
Sulaiman sendiri mengaku tidak pulang sebelum orang yang menyeberang itu pulang. Penyeberangan dibuka pukul 06.00 sampai pukul 18.00. “Getek ini dibuat oleh Tukan Efendi, warga Sabrang, Kecamatan Ambulu. Getek berukuran 2,5x3 meter terbuat dari kayu beratap seng.
“Kalau musim kemarau seperti sekarang, air sungai kecil. Sehingga yang naik getek dibatasi hanya 4 orang saja, biar tidak kandas,” kata Sulaiman.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, setiap ada orang pulang merumput dan pulang kerja di hutan, Sulaiman langsung menjemputnya. Dia dengan sabar menjemput orang yang mau pulang dengan getek rakitan tersebut. Editor : Safitri