Kabar terakhir, peristiwa pencurian hewan (curwan) sapi terjadi di Tempurejo. Sapi jenis lokal yang berumur 4 tahun milik Ngateni, 50, warga Dusun Wonojati, RT 002/RW 019, Desa/Kecamatan Tempurejo, ditinggal pelaku di tengah ladang jagung.
Sebelum sapi betina jenis lokal itu raib dari kandang, korban Ngeteni sempat memberi makan pada Rabu (29/7) dini hari pukul 00.15. Kebetulan, kandang sapi itu persis berada di belakang rumahnya. Setelah selesai, korban langsung menutup dan menggembok pintunya.
Namun, pada pukul 04.00, korban yang kembali ke kandang kaget melihat gembok pintu kandang sudah hilang. “Pintunya juga sudah terbuka,” kata Ngeteni, pada petugas.
Karena sapi hasil gaduh (merawat milik orang lain) itu hilang, korban langsung memberitahu pemilik untuk mengajak untuk mengecek kandang dan melaporkan ke polsek terdekat (Tempurejo).
Beruntung, sapi masih yang sudah dibawa pelaku, ditemukan pada pukul 07.30. Hewan itu ditemukan Ali Muksin, 50, karyawan PTPN 12 Kebun Glantangan. Saat akan berangkat kerja di kebun, Ali melihat jejak kaki sapi masuk ke areal tanaman tebu.
Karena penasaran, saksi (Ali Muksin) terus mengikuti jejak kaki sapi yang masuk ke areal tebu. Ternyata, beberapa puluh meter, ada sapi yang sudah dilepas. “Karena takut kabur, maka saksi meminta tolong kepada warga yang berangkat ke kebun untuk menangkap sapi milik Ngateni,” kata AKP M Zuhri, Kapolsek Tempurejo.
Pihaknya berpesan, menjelang Idul Adha ini, warga yang memiliki ternak, khususnya sapi, diimbau untuk lebih waspada. “Kalau perlu, warga yang mempunyai ternak sapi tetap menjaga keamanan dengan melakukan poskamling,” kata Zuhri. Editor : Safitri