Mulai dari TNI, Polri, Dishub, Satpol PP kecamatan, dan petugas dari puskesmas yang berjaga secara bergantian. Setiap hari, petugas gabungan itu pun terus menghentikan pengguna jalan yang melintas, terutama yang dari arah Banyuwangi.
Pos ini rupanya sudah disadari oleh para pengguna yang biasa melewati jalur tersebut. Tak heran, banyak pengendara yang memilih berhenti sendiri, walau tanpa dihentikan oleh petugas. Bahkan, banyak yang sudah membawa surat keterangan sehat (rapid test).
Untuk warga Banyuwangi yang tidak bermalam, petugas puskesmas langsung memberinya gelang warna kuning. “Untuk penjagaan memang terus dilakukan selama 24 jam. Karena yang jaga bergantian,” kata Fauzi, anggota Satpol PP Kecamatan Silo.
“Banyak yang menggunakan mobil, tetapi hanya tujuan ke jember dan tidak bermalam, sehingga dapat gelang kuning,” lanjutnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lapangan, mungkin karena penjagaan agak longgar, banyak warga yang tidak menggunakan masker. Untuk penumpang mobil yang ketahuan tidak menggunakan masker, petugas puskesmas langsung memberinya masker. Editor : Safitri