Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Operasional Mandek, Belum Ada Pemasukan

Safitri • Rabu, 10 Juni 2020 | 22:02 WIB
BELUM NORMAL: Beberapa armada bus dari PO Bus Borobudur masih parkir rapi di gudang parkir Kecamatan Ambulu. Kejelasan untuk transportasi bus hingga sekarang ini belum ada tindak lanjutnya.
BELUM NORMAL: Beberapa armada bus dari PO Bus Borobudur masih parkir rapi di gudang parkir Kecamatan Ambulu. Kejelasan untuk transportasi bus hingga sekarang ini belum ada tindak lanjutnya.
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga saat ini, trayek bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dari Jember masih belum pulih sepenuhnya. Begitu juga untuk antar kota antar provinsi (AKAP). Meskipun persiapan new normal sudah didengungkan oleh pemerintah, namun efeknya masih belum tampak pada moda transportasi bus.

Menurut Ketua Organda Cabang Jember Sutikno, bus trayek AKDP yang bersinggungan dengan daerah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih belum dapat beroperasi. Terlebih lagi daerah yang masih PSBB itu berada di kota dan kabupaten strategis seperti Sidoarjo dan Surabaya.

Berdasarkan informasi yang beredar, PSBB di dua kota tersebut tak diperpanjang kembali. Namun begitu, masih belum ada kejelasan operasional bus untuk masuk ke wilayah tersebut. “Kalau bus yang mengarah ke wilayah PSBB masih belum bisa beroperasi, baik dari titik keberangkatan maupun kedatangan,” tutur Sutikno.

Tetapi, bagi trayek bus yang tidak bersinggungan dengan tujuan wilayah PSBB, seperti Jember-Banyuwangi, sudah mulai berjalan. Walau begitu, jumlah PO bus yang mulai beroperasi masih sangat sedikit. “Itu pun sepi penumpang. Terserah pengemudi busnya untuk memonitor sendiri bagaimana situasi di lapangan. Kalau mau jalan ya silakan,” imbuhnya.

Sutikno menambahkan, perusahaan otobus (PO) memang sedang tidak stabil di masa pandemi Covid-19 ini. “Mulai bulan Maret sampai hari ini, anggap saja belum ada pemasukan sama sekali untuk PO bus,” lanjut Sutikno.

Mengenai informasi terbaru, baik dari Organda Jawa Timur maupun Dinas Perhubungan Jawa Timur soal persiapan new normal untuk transportasi bus, Sutikno mengaku belum ada tindak lanjut lagi dari pihak-pihak terkait tingkat provinsi. “Kalau dari Jatim masih belum. Apalagi di wilayah Surabaya kan masih zona hitam,” jelas dia.

Hanya saja, dirinya mendengar mulai 28 Mei lalu jalur ke provinsi Bali sudah dapat dimasuki bus dengan tujuan Denpasar. Pria yang juga pemilik PO Bus Borobudur di Kecamatan Ambulu ini mengaku mulai menjajaki sistem daring untuk pemesanan tiket.

Pihaknya membuka perjalanan bus dari Jember menuju Bali dengan sistem daring untuk pemesanan bangkunya. “Bisa booking terlebih dahulu via online. Jumlah penumpangnya pun kami batasi 50 persen dari kapasitas bus,” tutur Sutikno. Editor : Safitri
#Jember