Jalur tersebut memang dikenal sebagai jalan alternatif yang menghubungkan Jember-Lumajang. Sebelum ini, di perbatasan tersebut sudah dipasang penanda penutup jalan, namun masih banyak kendaraan pribadi yang tetap memaksa. Padahal, sedianya jalan alternatif ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua, dan yang lewat hanya warga Sumberbaru saja.
Tidak sedikit pengendara yang mencoba menerobos jalur ini, namun gagal. Pengendara dari arah Lumajang yang hendak menuju Jember terpaksa memutar kembali dan harus melewati jalur utama di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru. Kendaraan roda empat ini didominasi dari luar kota dengan plat nomor berawalan W dan N.
Awalnya, portal yang dipasang di depan Masjid Dusun Krajan, Desa Jatiroto, ini hanya berupa drum yang diletakkan di tengah jalan. Namun, ada saja pengendara yang usil. Saat petugas jaga pergi atau sedang istirahat, sopir justru turun dan memindahkan drum-drum tersebut ke tepi.
Karena kesal, warga memutuskan mengisi drum tersebut dengan air hingga sulit untuk dipindah. Tidak cukup itu saja, mobil patroli Polsek Sumberbaru juga diparkir melintang tak jauh dari deretan drum tersebut. Cara ini ternyata cukup ampuh. Pengendara yang telanjur melewati jalan alternatif jurusan Jember-Randuagung langsung balik arah tanpa harus ditegur petugas.
Kapolsek Sumberbaru AKP Subagiyo menuturkan, warga yang tinggal di kawasan tersebut juga melewati jalur yang telah ditentukan. “Jalan ini terpaksa kita pasang dengan portal drum, karena banyak sopir yang main kucing-kucingan dengan petugas jaga Pos Covid-19 di Desa Rowotengah,” ujarnya.
Mereka ingin lolos dari pemeriksaan petugas yang berjaga 24 jam. Petugas yang ada di pos Covid-19 di Desa Jatiroto memeriksa kendaraan yang dari luar Jember. “Petugas tetap melakukan pemeriksaan dengan mengecek suhu tubuhnya dan menanyakan tujuannya ke mana,” lanjutnya.
Pihaknya terus mengimbau kepada warga yang tidak ada kepentingan untuk keluar rumah, agar sebaiknya tinggal di rumah saja. Hal ini sangat penting sebagai langkah untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona. “Kami juga akan terus memantau kendaraan yang lewat, apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri banyak orang yang akan memaksa untuk mudik,” pungkasnya. Editor : Safitri