Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

RSGM Unej Siapkan Ruang Isolasi Korona

Safitri • Senin, 30 Maret 2020 | 21:46 WIB
ALTERNATIF TEMPAT: RSGM di FKG Unej yang menjadi rumah sakit untuk pendidikan dokter gigi tersebut kini juga mulai menyiapkan ruang khusus isolasi korona, jika wabah virus covid-19 ini terus meluas di Jember.
ALTERNATIF TEMPAT: RSGM di FKG Unej yang menjadi rumah sakit untuk pendidikan dokter gigi tersebut kini juga mulai menyiapkan ruang khusus isolasi korona, jika wabah virus covid-19 ini terus meluas di Jember.
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Langkah antisipasi jika virus korona terus meluas di Jember masih dilakukan. Setelah Jember Sport Garden (JSG) Ajung, yang disiapkan sebagai karantina Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Dalam Resiko (ODR) covid-19, kini, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember (FKG Unej) siap sebagai ruang isolasi korona.

Walau aktivitas kuliah di Unej, harus off dan belajar di rumah, tapi Pantauan Jawa Pos Radar Jember, masih ada aktivitas di RSGM. Pintu masuk RSGM FKG Unej pun juga ada petugas memakai masker, sarung tangan latex seperti rumah sakit pada umumnya. Bed dorong yang sering dijumpai ruang gawat darurat juga ada.

Ketua Tim Penanggulangan Corona Unej dr Cholis Abrori mengatakan, cara Unej untuk penanggulangan korona tidak hanya membuka posko covid-19 ataupun merubah sistem pembelajaran dengan belajar di rumah atau online. Tapi ada juga tim tentang memberikan edukasi ke masyarakat, yang terbagi lewat tim medsos, tim pembuatan flayer atau spanduk sebagai ilustrasi tentang korona, surveillance, hingga mengoptimalkan UMC yang juga turut memantau Orang Dalam Pemantauan (OPD).

Baru-baru ini, kata dr Cholis, juga menyiapkan RSGM untuk pasien korona, jika nanti dampak virus yang diawali dari Wuhan, Tiongkok semakin meluas di Jember. Bahkan, kata dia, RSGM yang selama ini adalah rumah sakit pendidikan khusus para calon dokter gigi itu telah dicek oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember. “Dinkes juga ke RSGM, pada dasarnya kami siap,” ujarnya.

dr Cholis yang juga dosen di Fakultas Kedokteran Unej menambahkan, sudah ada ruang isolasi khusus pasien corona. “Sekarang yang siap adalah dua bed, khusus pasien korona,” jelasnya. Menurutnya, ruang isolasi di RSGM dengan dua bed tersebut juga ada alat bantu nafas atau ventilator. Ventilator menjadi alat yang penting dalam mengatasi pasien gagal nafas atau kesusahan bernafas seperti pasien korona. Lanjut dr Cholis, semua orang berharap korona segera berakhir. Tapi, sampai kapan tidak ada yang bisa memastikan.

Sementara Kepala RS DKT Jember, dr Maksum Pandelima yang juga Kepala Tim Medis Satgas Penanggulangan Covid-19 Jember menambahkan, mengatasi corona di Indonesia ini tentu harus ada kerjasama dan dukungan masyarakat. “Masyarakat patuh dan mentaati imbauan pemerintah, penyebaran korona bisa ditekan,” katanya.

Jika korona merebak luas, maka dampaknya sangat luar biasa. Apalagi, tenaga medis dan fasilitas kesehatan tidak akan bisa menampung dan merawat pasien korona. “Indonesia masih belum bisa bangun rumah sakit secepat kilat seperti di Tiongkok,” paparnya.

Seandainya hal terburuk terjadi, dengan ledakan penderita korona. Maka, tenaga medis akan memilih pasien mana yang punya kesempatan hidup lebih tinggi untuk dirawat. Editor : Safitri
#Jember