Batu itu ditemukan oleh Pak Tut, pemilik lahan sengon, saat dia hendak mencari batu guna dibuat bahan bangunan. Dia pun curiga, melihat bentuk batu yang ditemukan tersebut. Sebab, berbeda dengan batu pada umumnya. Akhirnya, dia memutuskan untuk menghentikan penggalian lalu melapor ke Sanggar Seni Duplang Nusantara, komunitas pengamat sejarah setempat dan seni budaya.
Setelah dilakukan pengecekan oleh Ahmad Ismanto selaku Ketua Sanggar Seni Duplang Nusantara, dirinya membenarkan bahwa yang ditemukan adalah batu zaman megalitikum berjenis dolmen atau meja sesaji. “Dari ciri-ciri yang ada, ada tiga batu penyangga seperti ini, memang dolmen,” ujar Ismanto.
Lokasi penemuan batu ini memang berada di sekitar Situs Duplang, yang merupakan situs peninggalan purbakala terbesar di Jember. Ismanto menambahkan bahwa Kecamatan Arjasa merupakan salah satu kawasan bersejarah. Karena itu, pihaknya bersama beberapa masyarakat setempat berinisiatif untuk merawat benda-benda bersejarah tersebut. “Dengan ditemukan batu dolmen di area yang luas ini, akan ada perhatian lebih dari pihak terkait,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember Dannie Allcholin akan segera meninjau lokasi penemuan tersebut dan melakukan penelitian terlebih dahulu. “Kami nanti akan ke lokasi dan melakukan penelitian pendahuluan untuk memastikan kebenaran batu tersebut,” ucapnya. Editor : Safitri