Salah satu sekolah favorit di Jember itu memang meliburkan siswanya selama dua pekan, mengikuti imbauan pemerintah daerah untuk memutus mata rantai persebaran virus korona (Covid-19).
Ojek online pun terkena imbas ketika aktivitas belajar mengajar di sekolah tiada. Praktis transportasi daring tidak lagi mendapatkan orderan penumpang berstatus pelajar.
"Sepi banget karena mulai kemarin (16/3) sekolah diliburkan. Dan itu berlangsung hingga empat belas hari ke depan. Praktis pendapatan kami mau tidak mau ikutan turun akibat virus korona ini," terang Faidul Maulana, pengemudi ojol di kawasan tersebut.
Alumni salah satu SMK Negeri di Jember itu menceritakan, dia dan kawan seprofesinya ikut terpukul ketika serangan virus Covid-19 tersebut masuk ke Indonesia. Dia terpaksa kehilangan sumber pendapatan dari anak sekolah.
Sementara itu Windianto, warga Jalan Letjend Sutoyo, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari ikut merasakan dampak sekolah libur, ia kini berharap perolehan penghasilan dari penumpang umum atau mengantarkan makanan.
"Sekarang ini kan pelajar libur karena itu saya cuma bisa pasrah, untung masih ada pemasukan dari penumpang non pelajar."ungkap Windianto.
Bapak beranak satu ini pun berharap kondisi tidak menguntungkan tersebut bisa kembali normal, karena ia merupakan tulang punggung keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup. (*) Editor : Radar Digital