Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sambut Nyepi, Gelar Upacara Nyegara Gunung

Safitri • Rabu, 18 Maret 2020 | 02:02 WIB
UPACARA NYEGARA GUNUNG: Umat Hindu saat melakukan upacara Nyegara Gunung dalam rangka Hari Raya Nyepi di Gunung Lincing, Desa Gunungsari, Kecamatan Umbulsari.
UPACARA NYEGARA GUNUNG: Umat Hindu saat melakukan upacara Nyegara Gunung dalam rangka Hari Raya Nyepi di Gunung Lincing, Desa Gunungsari, Kecamatan Umbulsari.
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mendekati Hari Raya Nyepi, umat Hindu di Dusun Gunung Lincing, Desa Gunungsari, Kecamatan Umbulsari, mengadakan upacara Nyegara Gunung. Upacara ini merupakan salah satu bentuk sembahyang yang berlangsung puncak Gunung Lincing.

Upacara ini merupakan bentuk keseimbangan natural spiritual yang berorientasi pada gunung dan laut. Kegiatan ini selanjutnya juga akan dilangsungkan di pantai.

Menurut Waris, pemangku umat Hindu Dharma di Gunung Lincing, Umbulsari, upacara Nyegara Gunung adalah bentuk untuk memohon kepada Tuhan atau Sang Hyang Widi Wasa, agar umat Hindu dan umat lainnya diberikan ketabahan iman dan wawasan yang luas. Upacara ini juga merupakan rangkaian dari Hari Raya Nyepi, salah satu tuntunan ajaran Tri Hita Karana atau tiga hubungan saling harmonis. “Yaitu hubungan dengan sesama manusia, hubungan dengan alam sekitar, dan hubungan dengan ke Tuhan,” ujar Waris.

Selain itu, lanjut dia, juga saling berhubungan hingga terwujud Bhuana Agung dan Bhuana Alit. ”Bhuana Agung adalah dunia dan Bhuana Alit yaitu alam kecil atau dunia di dalam tubuh manusia itu sendiri,” lanjutnya.

Untuk rangkaian selanjutnya, upacara Melasti akan diadakan di Pantai Paseban. Setelah itu, umat Hindu Dharma melaksanakan tawur agung yang dilanjutkan dengan parade ogoh-ogoh di Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari. Diikuti Catur Brata Penyepian yang terdiri atas amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). “Mereka harus fokus dengan Tuhannya,” pungkas Waris. Editor : Safitri
#Jember