Namun cowok pemilik tinggi badan 180 cm ini baru sadar, kalau sepatu bagian depan tersebut sobek ketika ia mau melakukan presentasi di hadapan juri. "Waktu itu selesai acara pembukaan, saya langsung mengangkati barang bawaan ke kamar hotel dan melewati jalan bebatuan. Ketika kembali ke tempat acara, saya lihat sepatu saya itu bolong. Padahal mau mengikuti presentasi," kata Haidar.
Hal itu membuat Haidar kebingungan melihat kondisi sepatunya seperti itu. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat Haidar maju di pemilihan Raka-Raki 2020. "Sempat grogi waktu presentasi di depan juri. Untungnya juri tidak tahu kalau sepatu tersebut sobek. Malam itu pula usai presentasi, sepatu itu lantas saya lem dan kebetulan Ning Nina membawa lem bulu mata," ungkapnya.
Haidar sendiri sempat pesimistis untuk bisa tampil maksimal di pemilihan tersebut. Karena sepatunya bermasalah. Namun nasib berkata lain, gara-gara sepatu sobek justru ia berhasil menggondol juara pertama Raka berbusana terbaik dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Jember.
Bahkan Ika Suhartono, ayah Haidar, tidak mengetahui ikhwal sepatu anak pertamanya itu rusak. Haidar baru menceritakan sepatunya tidak layak dipakai setelah pemilihan Raka-Raki tersebut usai. "Saya tidak mengetahui sama sekali kalau sepatu anak saya itu sobek. Tahunya selesai acara itu berlangsung. Saya sempat tertawa mendengarnya," tandasnya. (*) Editor : Radar Digital