Tiga Kelas Belajar di Bekas Kandang Bebek

Safitri • Dipublikasikan Sabtu, 7 Maret 2020 | 20:01 WIB
MEMPRIHATINKAN: Siswa SDN Jamintoro 3 terpaksa belajar di bekas kandang bebek milik warga setempat, karena tenda milik Polres Jember yang sebelumnya mereka tempati dibongkar untuk tenda darurat kebencanaan.
MEMPRIHATINKAN: Siswa SDN Jamintoro 3 terpaksa belajar di bekas kandang bebek milik warga setempat, karena tenda milik Polres Jember yang sebelumnya mereka tempati dibongkar untuk tenda darurat kebencanaan.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Puluhan siswa SDN Jamintoro 03, Dusun Tempuran, Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jawa Timur terpaksa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di bekas kandang bebek, surau dan bengkel milik warga.

Kondisi ini terpaksa dilakukan, setelah dua tenda milik Polres Jember berukuran 12 meter yang dipasang di halaman sekolah dibongkar. Karena dua tenda itu memang akan digunakan untuk tenda darurat kebencanaan.

Akibatnya, 37 siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 terpaksa menempati ruang yang kurang layak.

Sementara itu tumpukan kursi dan meha serta buku-buku perpustajaan yang sebelumnya berada di halaman sekolah, hanya ditutup terpal. Dimyati SPd, Kepala SDN Jamintoro 3 hanya berharap kepada Dinas Pendidikan agar kondisi para siswa benar-benar diperhatikan.

Sejatinya berdasarkan info dari Dinas Pendidikan, ruang kelas yang rusak akan dibangun bulan April mendatang. "Padahal tidak lama lagi siswa kelas kelas akan mengikuti ujian nasional," ujar Dimyati.

Pihaknya mengaku beruntung sebab ketika dua tenda dibongkar, ada warga yang masih baik hati. Pak Sanan, 45, pemilik bekas kandang bebek dan garasi mobil merelakan tempat tersebut untuk ditempati. Dirinya juga menyilakan siswa untuk belajar di surau. "Saya juga kasihan melihat siswa dan guru bertahun tahun mengajar di ruang yang tidak layak," kata dia.

Sementara itu Murtiningsih, guru kelas tiga mengaku kurang nyaman ketika KBM di surau milik pak Sanan. "Karena anak anak belajar sambil jongkok dan selonjoran," tuturnya. Editor : Safitri
Jember