Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jalan Tikus Jadi Pilihan

Safitri • Rabu, 4 Maret 2020 | 01:28 WIB
GUNAKAN DUA LAJUR: Ruas Jalan Sultan Agung terpaksa difungsikan dua arah untuk mengurai kemacetan seusai insiden ambruknya ruko pertokoan Jompo, Senin kemarin.
GUNAKAN DUA LAJUR: Ruas Jalan Sultan Agung terpaksa difungsikan dua arah untuk mengurai kemacetan seusai insiden ambruknya ruko pertokoan Jompo, Senin kemarin.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Insiden ambruknya pertokoan Jompo, Senin pagi kemarin, membuat masyarakat yang hendak bepergian menuju Jalan Sultan Agung terpaksa putar otak agar tak terjebak dalam kepadatan lalu lintas. Sebab, sejumlah ruas jalan dari dan menuju kota terpaksa dialihkan untuk sementara.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Jember, pengalihan arus itu diperkirakan akan berlangsung hingga 14 hari ke depan sejak bangunan ruko ambruk. Sejumlah petugas gabungan pun mulai disiagakan untuk memantau kondisi terkini. Mulai dari Dinas Perhubungan, BPBD Jember, PU Bina Marga, hingga Satlantas Jember. “Ada empat ruas jalan yang kami alihkan untuk sementara waktu ini,” kata Edy Purwanto, Kanit Turjawali Satlantas Jember.

Menurutnya, beberapa titik atau lokasi arus jalan yang dialihkan merupakan jalur dari dan menuju pusat kota. Dari arah barat atau Jalan Gajah Mada, kendaraan roda dua bisa masuk ke jalan ke HOS Cokroaminoto atau putar balik menuju Jalan Gajah Mada. Sementara, bagi pengendara yang dari Jalan Sultan Agung hendak ke arah timur, tetap bisa lewat. Hanya saja, khusus diperuntukkan pengendara yang berkepentingan atau hendak menuju tempat kerja di sekitar lokasi ambruk.

Sementara, untuk jalur menuju ke alun-alun itu ditutup dan dialihkan ke Jalan Kenanga melalui simpang tiga Kenanga. “Yang ditutup hanya di simpang tiga Jalan Kenanga karena ada proses pengerjaan perbaikan dengan alat berat,” urainya.

Selain itu, untuk jalur di simpang empat Pasar Tanjung, pengendara dari Ahmad Shiddiq atau dari arah Jalan Trunojoyo bisa masuk ke Jalan Samanhudi. Sementara, dari simpang tiga Jalan Diponegoro, pengendara bisa melaju lurus ke arah Jalan Sultan Agung. Sebaliknya, untuk yang dari arah Jalan Sultan Agung yang berada di depan pos polisi jalan raya, pengendara tidak diperbolehkan masuk ke Jalan Diponegoro. Sebab, yang dari Jalan Diponegoro sudah diarahkan ke alun-alun. “Para petugas nantinya standby bergantian untuk mengarahkan pengendara di tiap jalur yang dialihkan,” ulasnya.

Mengingat jalur itu adalah Jalan nasional, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan mulai menggunakan jalur alternatif yang dipandu oleh para petugas. “Semua demi keamanan dan kelancaran bersama,” tukasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember ke lokasi menunjukkan, sejumlah pengendara motor masih kebingungan. Terutama saat Senin pagi kemarin, seusai insiden tersebut. Hal ini terjadi karena kemarin adalah awal pekan, dan sebagian besar pekerja baru masuk setelah weekend.

Karena jalan utama ditutup, tak sedikit dari mereka menggunakan jalan-jalan tikus agar segera tiba di kawasan pusat kota. “Ini saya harus muter lewati Pasar Kampung Ledok agar bisa tembus ke alun-alun,” ungkap Sulaiman, salah satu pengendara motor asal Jenggawah. Editor : Safitri
#Jember