Durian Sukorambi Digemari Pembeli

Radar Digital • Dipublikasikan Minggu, 1 Maret 2020 | 02:55 WIB
MANIS BERDURI: Gito Rolis salah seorang penjual durian di Sukorambi. Banyak orang kepincut durian Sukorambi karena rasanya manis dan daging buahnya dianggap memiliki tekstur lembut.
MANIS BERDURI: Gito Rolis salah seorang penjual durian di Sukorambi. Banyak orang kepincut durian Sukorambi karena rasanya manis dan daging buahnya dianggap memiliki tekstur lembut.
SUKORAMBI.RADARJEMBER.ID- Kondisi jalanan tak jauh dari tempat wisata di Desa/Kecamatan Sukorambi lebih ramai diakhir pekan ketimbang hari biasa. Kendaraan roda empat dan roda dua terlihat lalu lalang meski cuaca sedikit mendung.

Kesan rindang dan hijau nampak jelas karena disisi kiri-kanan jalan tersebut terdapat lahan hijau ditumbuhi pohon sengon. Di kawasan itu terdapat delapan orang penjual durian dan membuat orang betah berlama-lama berada ditempat itu sambil menikmati buah berduri tersebut. Terlebih saat ini lagi musim durian.

Dari deretan lapak durian terbuat dari bambu itu, Gito Rolis, warga Dusun Curahdami, Desa/Kecamatan Sukorambi, adalah penjual durian paling lama. Nama bapak dua anak itu memang mirip rocker legendaris Indonesia. Bagi Gito nama itu membawa peruntungan tersendiri dan itu ia rasakan.

"Gito Rolis itu nama pemberian orang tua. Kalau Gito Rolis di Jakarta dikenal sebagai rocker, kalau Gito Rolis dari Sukorambi cuma seorang pedagang durian," ungkapnya, bercanda.

Meski nama sama namun nasib berbeda. Menyandang nama itu membuat Gito merasa bangga. Nama tersebut mudah diingat, meski tidak jarang ada di antara pembeli mengolok-ngolok dirinya.

"Sudah bosan jadi artis ya, Pak? Kok malah jual durian?” ucapnya, menirukan candaan pembeli durian di lapaknya. “Saya nggak marah, malah ikut tertawa mendengar olokan tersebut," imbuh dia.

Di saat musim durian, terutama hari libur dan akhir pekan, dipastikan pembeli durian miliknya bertambah. Tidak saja dari Kabupaten Jember namun dari kabupaten lain. Mereka adalah pengunjung tempat wisata di Sukorambi yang mampir untuk membeli durian sebelum pulang ke rumah. "Setiap hari saya membawa 300- 400 durian. Buka pukul 08.00 sampai 17.00," terang Gito.

Di balik sukses berjualan durian di pinggir jalan itu, Gito Rolis memiliki kiat agar orang mampir ke lapak duriannya. Dia tidak segan-segan menularkan ilmunya bagaimana memilih durian yang baik kepada calon pembeli.

Salah seorang pelanggan durian tersebut, Pradiksa, mengaku membeli buah durian milik Gito Rolis setiap tiga hari sekali dan minimal sepuluh buah. Dokter di RS dr Soebandi Jember itu tidak menampik bila durian lokal Sukorambi itu memang lezat. (*) Editor : Radar Digital