Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Buat Jembatan dari Bambu

Safitri • Sabtu, 29 Februari 2020 | 00:32 WIB
JEMBATAN SEMENTARA: Agar tidak melintas lewat rute yang lebih jauh, sejumlah warga berinisiatif membangun jembatan darurat dari bambu di Dusun Gendir, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi.
JEMBATAN SEMENTARA: Agar tidak melintas lewat rute yang lebih jauh, sejumlah warga berinisiatif membangun jembatan darurat dari bambu di Dusun Gendir, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi.
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ambrolnya jembatan di Dusun Gendir, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Sabtu (21/2) malam lalu, membuat warga setempat harus memutar hingga dua sampai tiga kilometer untuk bisa beraktivitas. Karena itu, warga nekat membangun jembatan dari bambu untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda motor.

Warga secara gotong royong membuat jembatan dari bambu, agar orang tua yang ingin mengantar anaknya sekolah dan pergi ke sawah tidak memutar lebih jauh. Jembatan bambu di pasang di atas fondasi dan dihubungkan dengan bagian jembatan yang ambruk. Sebab, sejak ambrol, orang tua yang mengantar anaknya sekolah harus memutar yang lebih jauh.

Kondisi ini tentu sangat berbahaya. Warga yang tidak berani naik motor terpaksa turun dan menuntun sepeda motornya. Kalau yang berani langsung motornya dinaiki. “Tetapi rata-rata pengendara berani naik di atas jembatan darurat tersebut,” ujar Mudofar Imam, salah satu warga.

Sebelum dipasang jembatan darurat dari bambu, warga yang tinggal di bagian timur jembatan hendak ke sawah juga harus memutar. Karena air Sungai Kali Jompo masih besar sehingga tidak berani menyeberang. “Namun, ketika melintas di atas jembatan darurat itu harus hati-hati karena ujung besi yang ada di sisi barat hanya tinggal 10 sentimeter saja dan rawan ambrol,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Sukorambi AKP Makrup mengatakan, dengan dipasangnya jembatan darurat dari bambu ini, warga dan pengendara motor harus lebih berhati-hati. Karena fondasi di bagian timur sudah ambrol. “Kalau misalnya ada banjir, untuk sementara tidak melintas dulu karena rawan terjadi ambrol susulan,” pungkas Makrup. Editor : Safitri
#Jember