Jalur yang naik turun dan banyak menikung ini bikin truk sering macet. Bahkan, tak jarang kendaraan tersebut ngadat di tengah jalan. Imbasnya, selalu bikin macet kendaraan lain.
Kejadian paling gres adalah kemarin sekitar pukul 13.30 WIB. Sebuah truk gandeng plat P 8296 UQ yang disopiri Ma’ruf, 49, warga Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, tiba-tiba ngadat di tengah jalan.
Truk gandeng itu memang sarat dengan muatan berat berupa gula pasir. ”Ada 45 ton gula milik PTP XI yang saya angkut dari PG Prajekan, Bondowoso,” jelas sang sopir.
Ma’ruf menyebut, sejak mulai mau naik ke tanjakan di jalur maut tersebut, dirinya sudah ancang-ancang menggunakan gigi satu. Tiba-tiba, ada tiga pemotor dari arah seberang yang naik sambil bergurau. ”Spontan, saya kaget dan mengurangi kecepatan,” katanya. Ironisnya, saat kendaraannya mau jalan lagi, truknya sudah tidak kuat jalan lagi.
"Mandek jegrek. Karena truk terpaksa berhenti setelah menghindari pemotor. Saat saya injek gas lagi... eh, nggak kuat jalan. Bahkan as roda belakang ikut patah," keluhnya.
Beruntung, kernetnya yang bernama Jumriyanto langsung tanggap. Saat berhenti dan tidak kuat jalan, sang kernet langsung turun, dan berlari mencari batu besar untuk mengganjal ban. Kendaraan pun selamat alias tidak sampai melorot ke bawah. Semua muatan juga aman terkendali.
“Di atas truk saya masih tetap bertahan sambil nginjak rem, agar truk gendeng ini tidak mundur. Apalagi tanjakan di Jalan Merak ini cukup panjang,” ujarnya.
Beruntung, posisi truk masih agak di tengah jalan, sehingga posisi masih stabil alias tidak miring. Jika di pinggir, bisa-bisa truk ini terguling. Apalagi dia melihat batu penyangga ban hampir saja tak mampu menahan truknya.
Rencananya, gula yang diangkut dari PG Prajekan itu mau diangkut ke gudang yang ada di Jalan Teratai, Kaliwates. Karena kendaraan tersebut seperti terjebak di jalur bahaya, maka beban muatan dikurangi. Seluruh gula dibongkar dan di-imbal dengan menggunakan truk diesel ke gudang penimbunan yang ada di Jalan Teratai, Kaliwates.
Agar jalanan tidak macet, warga dan sopir mengatur lalin dengan sistem buka tutup. ”Jalan Merak ini memang cukup padat kendaraan yang lewat. Karena merupakan jalan alternatif yang lebih cepat,” kata Nemo, 45, warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian. Dia mengaku, seringkali truk gandeng dan truk yang bermuatan berat ngadat di jalan tanjakan tersebut. Editor : Safitri