Ya, pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Brebes, Jawa Tengah ini sekarang resmi menempati pucuk pimpinan Polres Jember. Aris menggantikan AKBP Alfian Nurrizal, yang kini menempati posisi sebagai Wakapolres Metro Bekasi Kota, yang sebelumnya dijabat oleh AKBP Eka Mulyana.
Namun meski baru saja menjadi kapolres di Jember, nama AKBP Aris Supriyono bukan tak dikenal di sejumlah kalangan masyarakat. Aris kerap mengunjungi beberapa tokoh di jember. Bahkan dirinya juga sudah sering berkoordinasi tentang kondisi Jember, untuk mengetahui dan menjaga jember lebih baik dan kondusif.
Di sisi lain, AKBP Alfian Nurrizal bersama istri pun juga digelar dengan prosesi tradisi pedang pora. Alfian juga dilepas oleh ratusan pelajar dan ormas serta masyarakat yang merasa ditinggalkan. Rtusan masyarakat tampak memadati Jalan Kartini hingga Alun-Alun kota Jember.
Salah satunya Zaenul, warga Tempurejo yang sengaja datang untuk menyaksikan prosesi pelepasan Alfian. Dirinya mengaku kehilangan sosok Alfian yang sering turun ke lapangan dan desa-desa. “Ketika ada permasalahan di desa, beliau langsung terjun ke masyarakat. Mudah-mudahan kapolres baru AKBP Aris Supriyono ini mampu melakukan hal yang sama, bahkan lebih,” harapnya.
AKBP Alfian Nurrizal menjabat sebagai kapolres Jember selama 144 hari atau kurang dari empat bulan. Semenjak 25 September 2019. Dirinya sangat berterima kasih kepada seluruh pihak dan warga yang telah menerimanya di Jember. “Tentunya saya berterima kasih kepada seluruh warga Jember, sebuah kebanggaan bagi kami, meskipun jabatan kami di Polres Jember hanya seumur jagung, yakni 144 hari,” ujarnya.
Dari catatan Jawa Pos Radar Jember, sejumlah pencapaian positif ditorehkan AKBP Alfian Nurrizal selama menjabat di Jember. Di antaranya pengungkapan pembunuhan keluarga yang dilakukan oleh anak dan istri korban di Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo, menjaga situasi kondusif selama proses pemilihan kepala desa (pilkades) serta sidang MK pada pemilihan presiden (pilpres), dan juga menutup Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafii yang tidak memiliki izin operasional.
“Saya terinspirasi sekali karena di sini kental perpaduan dua budaya Madura dan Jawa. Inilah yang saya jaga untuk bagaimana memberikan solusi atau pemecahan masalah setiap permasalahan yang ada di masyarakat, sehingga saya mengedepankan preventif untuk memelihara dan menjaga ketertiban masyarakat. Saya yakin dan percaya, AKBP Aris Supriyono juga memiliki kemampuan dan pengalaman,” paparnya.
Dirinya juga meminta warga Jember untuk tetap bekerja sama dengan aparat dan menjaga suasana Jember tetap kondisif, sehingga Jember ini tetap aman. “Terlebih pada pilkada mendatang semoga bisa berjalan lancar, aman dan kondusif,” ujar Alfian.
Sementara itu AKBP Aris Supriyono menegaskan akan meneruskan program yang telah digagas sebelumnya, termasuk menyelesaikan perkara-perkara yang belum tuntas. “Saya sebagai penerus di Polres Jember, tentunya akan melanjutkan program-program yang sudah berjalan, dan akan menyelesaikan PR-PR yang belum selesai. Tentunya juga akan bekerja sama dengan semua elemen yang ada di Kabupaten Jember,” pungkasnya. Editor : Safitri