Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ada Majelis Rutin Setiap Minggu hingga Santunan

Safitri • Senin, 20 Januari 2020 | 23:45 WIB
Photo
Photo
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Bagi sebagian besar masyarakat, nama Besini sudah tak asing lagi. Tempat yang berlokasi di Dusun Krajan II, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, itu merupakan kawasan lokalisasi yang telah lama berdiri di Jember. Tak hanya warga Jember, nama Besini pun cukup terkenal bagi mereka orang luar Jember.

Setiap tempat di lokalisasi tersebut selalu menyuguhkan berbagai pemandangan yang menyulut nafsu berahi. Selain menjajakan berbagai makanan dan minuman, rumah-rumah yang genap dengan nomor urutnya itu juga genap dengan para pelayan yang sesuai pesanan pelanggan. Menambah sensasi kenikmatan ngopi dan cangkruk di lokalisasi tersebut.

Sesekali, mbak-mbak dan tante-tante melambaikan tangan kepada setiap pengendara motor yang lalu lalang mencari lokasi yang pas untuk ‘parkir’. Bahkan, tak sedikit pula mobil dengan plat nomor luar daerah turut menjadi pelanggan setia.

Saat Jawa Pos Radar Jember melihat lebih jauh keberadaan lokalisasi tersebut, rupanya terdapat sejumlah fakta menarik. Tempat yang dikenal sebagai ‘lubang kenikmatan’ itu juga memiliki rumah ibadah seperti permukiman pada umumnya. Seperti masjid, misalnya. Bukan hanya sebatas simbol, hampir sebagian besar warga sekitar melaksanakan ibadah rutin di tempat tersebut.

Meskipun tak megah, masjid tersebut cukup layak sebagai tempat mengadakan berbagai agenda keagamaan. Mulai dari mengadakan majelis muslimatan, santunan anak yatim, hingga peringatan hari-hari besar. “Itu murni orang-orang sini yang mengadakan,” kata Johan, salah satu tokoh masyarakat di tempat tersebut.

Kegiatan muslimatan juga rutin diadakan setiap malam Jumat. Sementara, pada malam Jumat Legi, mereka juga memberikan santunan kepada anak yatim yang didatangkan dari berbagai daerah di sekitar Kecamatan Puger.

Rupanya, para kupu-kupu malam tidak lupa untuk membagi hasil keringatnya kepada anak-anak yang membutuhkan. Padahal, mereka yang biasa mangkal di lokalisasi itu juga dikenakan uang kontrakan.

Dengan segala pandangan miring yang kerap dilontarkan masyarakat, warga Besini masih memiliki kebudayaan yang tak jauh berbeda dengan masyarakat kebanyakan. “Ramadan mereka juga berpuasa, Lebaran mereka juga mudik,” imbuh pria berusia 74 tahun itu.

Johan membenarkan jika selama ini lokalisasi Besini kerap dicap sebagai tempat kemaksiatan. Padahal, tak sedikit warga sana yang memiliki anak-anak dan mereka disekolahkan. Tentu sebagai orang tua, mereka menginginkan pendidikan yang layak dan memadai untuk anak-anaknya. Minimal mereka bisa memiliki kehidupan yang lebih baik daripada orang tuanya. “Di sebelah timur Besini ini, ada lembaga TPQ, tempat anak-anak di sini belajar ngaji,” tambahnya.

Hal lain yang tak kalah mencengangkan adalah anak-anak di sana juga memanfaatkan tempat lokalisasi itu sebagai salah satu tempat bermainnnya. Saat Jawa Pos Radar Jember menemui beberapa dari mereka, tampak beberapa anak juga keluar masuk rumahnya. Padahal, di rumahnya itu pula, saat itu tengah ada yang menerima pelanggan.

Lain halnya seperti yang diceritakan oleh Ali, salah seorang tukang ojek yang sudah puluhan tahun mangkal di lokalisasi itu. Dia menceritakan, saat warga Besini hendak ke luar kota atau pulang ke kampung halaman, Ali selalu tampil sebagai jasa kuli antar dengan becak motornya. “Karena warga sini banyak yang pendatang, meskipun sudah berdomisili sini,” katanya.

Berbicara lokalisasi dan PSK di Jember, nama Besini masih cukup kuat dan menjadi bagian yang tidak bisa lepas dari bahan perbincangan para pencinta kenikmatan wanita. Johan dan Ali pun meyakini, lokalisasi Besini sudah kerap beberapa kali disorot oleh berbagai media, membuat para pekerja risi dan mereka mulai tersebar di berbagai tempat. Padahal, jauh dari lubuk terdalam, jika para pedila (perempuan dilacurkan) masih punya pilihan hidup, mereka tidak akan berada di tempat tersebut. Editor : Safitri
#Jember