RADAR JEMBER – Mata uang China Yuan menjadi satu-satunya mata uang Asia yang bertahan pekan ini, di sisi lain mata uang Asia termasuk rupiah semakin tertekan dolar AS setelah The Fed menaikkan suku bunga.
Pada Jumat (18/9/2026), Yuan berhasil menembus CNY 6,69 per dolar AS pada level terkuat sejak Juli 2022.
Yuan semakin menguat sekitar 4,2% di sepanjang 2026 ini.
Wang Qing seorang analis Golden Kredit Rating menyebut penguatan ini dipengaruhi oleh pelemahan kembali indeks dolar dan kurs tengah yang terus diarahkan lebih kuat dan disertai dengan topangan ekspor yang solid.
Yuan di perkirakan akan bergerak pada kisaran 6,7-6,9 sampai akhir tahun ini.
Di sisi lain, won Korea turun hingga 3,19 dan yen turun hingga 2,11 di sepanjang pekan.
Tekanannya disebabkan karena lonjakan indeks dolar ke level 100 setelah The fed menaikkan suku bunga 25 basis poin pada rabu (16/9/2026), yang pertama sejak Juli 2023.
Sampai saat ini Yen tetap melemah meski Bank Of Japan menaikkan suku bunga sampai ke 1,25% tertinggi sejak 1995.
Menurut Refinitiv, rupiah yang menguat tipis di angka 0,03% ke RP 17.730 per dolar AS pada Jumat, tetapi masih tergolong lemah 0,82 secara mingguan.
Wakil Gubernur PBOC Lu Lei menekankan China tidak akan mencari keuntungan dagang lewat pelemahan mata uang.
Penulis: Yunita Wardatul Choiriyah
Editor : M. Ainul Budi