Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dipukul hingga Disetrum Militer Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Bebas dan Tiba di Istanbul Kamis Malam!

Redaksi Radar Jember • Jumat, 22 Mei 2026 | 13:39 WIB
9 Relawan RI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 tiba di Istanbul. (Instagram: Kemlu_ri)
9 Relawan RI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 tiba di Istanbul. (Instagram: Kemlu_ri)

Radar Jember - Sembilan warga negara Indonesia (WNI) peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 yang sempat ditahan militer Israel kini telah dibebaskan dan tiba di Istanbul, Turki, Kamis malam (21/5/2026).

Menteri Luar Negeri RI Sugiono memastikan seluruh WNI telah keluar dari wilayah Israel dan saat ini sedang menjalani proses transit sebelum dipulangkan ke Indonesia.

“Kondisi mereka selamat dan saat ini berada di Istanbul,” ujar Sugiono dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Bukan Mercy atau BMW, Ini Alasan Presiden Prabowo Pakai Maung Pindad saat KTT ASEAN di Filipina

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Turki yang membantu proses pendampingan dan pemulangan para relawan.

Kesembilan WNI tersebut sebelumnya ditangkap secara bertahap sejak 18 hingga 20 Mei 2026 saat mengikuti armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza di perairan internasional dekat Siprus.

Mereka terdiri dari aktivis kemanusiaan dan jurnalis Indonesia:

Namun setelah dibebaskan, muncul pengakuan mengejutkan dari para relawan terkait perlakuan selama masa penahanan.

Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menyebut sejumlah relawan, termasuk WNI, mengalami kekerasan fisik selama berada di tahanan Israel.

Baca Juga: Tertawa Sambil Kibarkan Bendera di Depan Tahanan Berlutut, Aksi Menteri Israel Ben-Gvir Picu Kemarahan Dunia!

Mereka mengaku mengalami pemukulan, ancaman menggunakan alat kejut listrik, hingga penembakan peluru karet saat proses penahanan berlangsung.

Beberapa relawan juga disebut mengalami luka dan harus mendapat perawatan medis.

Selain itu, para delegasi dikabarkan dipaksa berlutut dengan tangan terikat di belakang saat berada di Pelabuhan Ashdod.

Adalah Legal Center, yang merupakan lembaga advokasi HAM Palestina, menyatakan tindakan Israel terhadap armada sipil tersebut merupakan pelanggaran serius hukum internasional.

Mereka menilai intersepsi kapal di perairan internasional, penahanan warga sipil, hingga dugaan kekerasan terhadap relawan kemanusiaan tidak dapat dibenarkan.

Baca Juga: PNS Hingga Pensiunan Banjir Rezeki! Gaji ke-13 Segera Cair, Tapi 2 Kategori Ini Dipastikan Gigit Jari!

Menlu RI Sugiono turut mengecam tindakan tersebut dan menegaskan Indonesia menolak segala bentuk pelanggaran hukum humaniter internasional terhadap misi kemanusiaan sipil.

 

Penulis: Bakhtiyar Subandi

Editor : Imron Hidayatullahh
#global sumud flotilla #relawan flotilla #WNI ditahan Israel #WNI disekap #Menlu Sugiono