Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Akal-akalan Trump Perpanjang Genjatan Sepihak Usai Kalah Diplomasi dari Iran

Maulana RJ • Kamis, 23 April 2026 | 07:01 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Dok. Donald Trump)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Dok. Donald Trump)

Radar Jember - Keputusan mendadak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran bukan sekadar langkah taktis militer, melainkan sebuah manuver untuk menutupi rasa malu di panggung internasional. 

Langkah ini diambil di tengah kegagalan telak AS dalam menggiring Teheran ke meja perundingan putaran kedua di Pakistan.

Pakar kebijakan luar negeri AS, Barbara Slavin, menilai langkah Trump tersebut sebagai upaya cuci muka setelah Iran dengan tegas menolak hadir dalam dialog yang seharusnya berlangsung sebelum masa gencatan senjata berakhir pada Rabu (22/4). 

Baca Juga: Warisan Ali Khamenei dan Kejayaan Peradaban Bangsa Persia

Washington, yang bahkan sudah menyiapkan rencana keberangkatan Wakil Presiden ke Islamabad, terpaksa membatalkan misi tersebut akibat penolakan keras Teheran.

"Ini adalah cara untuk menutupi rasa malu karena AS siap mengirim wakil presiden ke Pakistan, sementara Iran tidak siap melakukan hal yang sama," ungkap Slavin, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

Dilema Trump semakin nyata karena perang yang diharapkan menjadi kemenangan cepat justru berjalan di luar ekspektasi. Iran, sebaliknya, justru semakin memperkuat posisinya dengan mengendalikan Selat Hormuz, jalur krusial bagi energi global. 

Baca Juga: Jejak Presiden AS yang Menjadikan Negara Berdaulat Sebagai Mainan, dari George Bush Hingga Donald Trump

Slavin menegaskan bahwa Washington kini terjepit dan harus mulai mempertimbangkan untuk melonggarkan tuntutan maksimalnya jika benar-benar menginginkan solusi diplomatik.

Di pihak lain, Teheran menanggapi langkah perpanjangan ini dengan nada skeptis dan dingin. Mahdi Mohammadi, penasihat senior ketua parlemen Iran, menyebut pihak yang berada dalam posisi terdesak tidak bisa mendikte persyaratan. 

Iran bahkan mencurigai perpanjangan ini hanyalah taktik mengulur waktu bagi AS untuk melancarkan serangan mendadak di masa depan.

Bagi Teheran, selama blokade kapal dan kehadiran militer AS masih mencengkeram Timur Tengah, gencatan senjata hanyalah formalitas kosong yang tak memiliki arti di medan laga.

Editor : Maulana RJ
#IRAN #donald trump #perang Iran AS Israel #selat hormuz #Amerika Serikat