Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Di Tengah Invasi ke Iran, Istri Presiden AS Donald Trump Bersih-bersih Jejak Kelam Sang Suami dari Kasus Epstein Files

Maulana RJ • Senin, 13 April 2026 | 22:23 WIB
Istri Presiden AS Donald Trump, Melania Trump, saat memberikan keterangan resminya terkait nama baik sang suami yang terseret kasus Epstein Files (Dok. Melania Trump)
Istri Presiden AS Donald Trump, Melania Trump, saat memberikan keterangan resminya terkait nama baik sang suami yang terseret kasus Epstein Files (Dok. Melania Trump)

WASHINGTON D.C, Radar Jember - Di Tengah Invasi ke Iran dan proses perundingan yang berakhir buntu, istri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yakni Melania Trump, baru-baru ini buka suara, perihal keterkaitan sang suami dalam kasus dokumen Jeffrey Epstein atau Epstein Files.

Hal itu dikemukakan langsung oleh Melania Trump, melalui keterangan resminya (9/4/2026).

Dalam pembelaannya, Melania menegaskan bahwa dirinya hanyalah korban fitnah dari individu bermotivasi politik.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan Epstein Files: Dari Potongan Kiswah Ka'bah, Rothschild, hingga Simulasi Pandemi 2017

Ia bersikeras bahwa interaksinya dengan lingkaran Jeffrey Epstein—sang predator seks kelas kakap yang tewas "misterius" di sel penjara—hanyalah sekadar korespondensi sopan dan papasan tak sengaja di pesta-pesta elit New York dan Palm Beach.

"Kebohongan yang menghubungkan saya dengan Jeffrey Epstein yang tercela harus diakhiri hari ini juga," tegas Melania. 

Sebuah pernyataan yang mungkin terdengar heroik, jika saja dunia tidak sedang melihat fakta bahwa suaminya, Donald Trump, memiliki jejak sejarah panjang yang terdokumentasi dengan Epstein sebelum skandal tersebut meledak.

Baca Juga: Skandal Epstein Files Meledak! Nama Indonesia Disebut 902 Kali dan Rahasia 'Latihan Gang' di Bali Terbongkar

Sikap Melania yang menuntut transparansi Kongres untuk para korban Epstein terasa seperti satire yang pahit. 

Di satu sisi, ia meminta dunia mendengarkan para penyintas pelecehan, namun di sisi lain, Gedung Putih seolah tuli terhadap jeritan kemanusiaan dari ribuan warga sipil yang terjebak dalam invasi mereka ke Iran.

Donald Trump sendiri sepertinya terlalu sibuk menjadi panglima perang untuk peduli pada badai kritik di dalam negeri. Demo besar-besaran yang menuntut perdamaian dianggap angin lalu, sementara bayang-bayang masa lalu bersama Epstein terus menghantui sela-sela kebijakan luar negerinya yang agresif.

Bagi publik yang mungkin lupa di tengah hiruk-pikuk perang, Jeffrey Epstein adalah milyarder yang menjalankan jaringan perdagangan seks anak di bawah umur selama dekade. 

Ia bukan sekadar kriminal biasa; ia adalah pintu masuk bagi elit dunia untuk masuk ke sisi gelap kekuasaan. Daftar tamunya mencakup deretan nama mentereng, mulai dari pangeran hingga mantan presiden, termasuk Donald Trump yang di masa lalu pernah memuji Epstein sebagai pria hebat yang menyukai perempuan muda.

Hubungan inilah yang kini coba dikubur dalam-dalam oleh Melania melalui narasi "pertemuan tak sengaja".

Editor : Maulana RJ
#Melania Trump #Epstein Files #donald trump #perang Iran AS Israel #jeffrey epstein