Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Fakta tentang Diego Garcia, Pangkalan Militer AS di Samudra Hindia yang Dihantam Rudal Iran sejauh 4.000 Kilometer

Maulana RJ • Selasa, 24 Maret 2026 | 19:57 WIB
Pangkalan AS Diego Garcia di tengah-tengah Samudra Hindia. Meski berlokasi sekitar 4.000 kilometer dari daratan Iran, namun baru-baru rudal Iran dikabarkan berhasil menembus pangkalan militer yang digunakan sejak era 1979-an tersebut. (Dok. Routers)
Pangkalan AS Diego Garcia di tengah-tengah Samudra Hindia. Meski berlokasi sekitar 4.000 kilometer dari daratan Iran, namun baru-baru rudal Iran dikabarkan berhasil menembus pangkalan militer yang digunakan sejak era 1979-an tersebut. (Dok. Routers)

 

DIEGO GARCIA, Radar Jember - Geopolitik dunia kembali terguncang setelah pangkalan militer Amerika Serikat yang paling terisolasi, Diego Garcia, dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal balistik jarak jauh Iran. 

Pangkalan yang terletak di tengah Samudra Hindia ini selama puluhan tahun dianggap sebagai "benteng yang tak tersentuh" karena lokasinya yang sangat jauh dari daratan utama manapun. 

Namun, serangan baru-baru ini membuktikan bahwa jangkauan teknologi rudal Teheran telah melampaui prediksi intelijen Barat.

Baca Juga: Deretan Rahasia Kecanggihan Rudal Iran yang Bikin Donald Trump mulai Frustasi

Serangan ini terjadi di tengah eskalasi perang yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir antara Amerika Serikat dan Iran. 

Berdasarkan informasi dari sumber media internasional, setidaknya dua rudal balistik jarak menengah (IRBM) yang dimodifikasi meluncur dari wilayah selatan Iran, menempuh jarak sekitar 4.000 kilometer melintasi perairan internasional sebelum mendekati zona pertahanan Diego Garcia.

Meski sistem pencegat SM-3 milik kapal perang AS di sekitar pangkalan dilaporkan berhasil menghalau sebagian ancaman, guncangan ledakan di sekitar perimeter pangkalan telah memicu alarm siaga satu di seluruh instalasi militer AS di kawasan tersebut.

Baca Juga: Jejak Presiden AS yang Menjadikan Negara Berdaulat Sebagai Mainan, dari George Bush Hingga Donald Trump

Otoritas resmi Iran menyatakan bahwa operasi ini adalah bentuk pertahanan diri yang sah atas agresi Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah. 

Teheran menegaskan tidak ada lagi tempat persembunyian bagi musuh di radius ribuan kilometer dari perbatasan mereka.

“Serangan terhadap titik terjauh yang dianggap aman oleh musuh adalah bukti bahwa kedaulatan kami tidak bisa dibatasi oleh jarak. Diego Garcia adalah pusat logistik bagi penjahat perang, dan kami telah menunjukkan bahwa setiap inci dari fasilitas tersebut kini berada dalam bidikan presisi kami,” tegas Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, saat memberikan keterangan pers di Teheran, Senin (23/3/2026).

Menanggapi serangan tersebut, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, segera memberikan pernyataan keras dari Gedung Putih. 

Trump menegaskan bahwa Amerika tidak akan membiarkan aset strategisnya diganggu dan mengancam akan melakukan serangan balasan yang lebih besar terhadap infrastruktur vital Iran jika provokasi terus berlanjut.

“Rezim di Teheran telah membuat kesalahan besar dengan mencoba menyerang pangkalan luar biasa kita di Diego Garcia. Kami memiliki kekuatan militer terbesar di dunia, dan saya telah memerintahkan Pentagon untuk bersiap melenyapkan setiap lokasi peluncuran rudal mereka jika mereka berani menembakkan satu peluru lagi. Mereka harus membuka blokir jalur perdagangan atau menghadapi konsekuensi yang belum pernah mereka bayangkan sebelumnya,” kata Presiden Donald Trump dalam konferensi pers darurat di Washington D.C., Senin (23/3/2026) malam waktu setempat.

Baca Juga: Alarm Merah Energi Nasional: Mengapa Indonesia Harus Gemetar Melihat Selat Hormuz?

Dihimpun dari berbagai sumber, pangkalan militer Diego Garcia di Samudera Hindia adalah pangkalan strategis gabungan Inggris-AS yang digunakan sejak 1970-an untuk operasi udara dan laut. Pangkalan ini menampung sekitar 2.500 personel dan berfungsi sebagai batu loncatan AS di Timur Tengah. 

Pangkalan ini terletak di Kepulauan Chagos, Samudera Hindia, menjadikannya titik pusat dukungan operasi militer di Vietnam, Afghanistan, Irak, dan Timur Tengah.

Dikenal sebagai "USS Absolute" atau "The Footprint of Freedom," pangkalan ini mencakup lapangan terbang, fasilitas pelabuhan, dan pemeliharaan. Pangkalan ini juga penting untuk operasi udara strategis, termasuk selama Perang Teluk dan perang di Afghanistan. 

Baca Juga: Lolos dari Zona Merah: Mahasiswa Jember dan Malang Berhasil Dievakuasi dari Konflik Iran-AS.

Pangkalan Diego Garcia sendiri memegang peran krusial sebagai tempat singgah pesawat pengebom B-52 dan B-2 Spirit serta penyimpanan bahan bakar dan amunisi skala besar untuk operasi di Asia dan Timur Tengah. 

Keberhasilan rudal Iran mencapai koordinat ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh dunia bahwa peta kekuatan militer telah berubah secara drastis di tahun 2026.

Hingga saat ini, kondisi di Samudra Hindia tetap dalam status waspada tinggi, sementara komunitas internasional mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri guna menghindari perang terbuka berskala global.

Editor : Maulana RJ
#Diego garcia #perang iran vs AS Israel #samudera Hindia #IRAN #irgc #Israel #timur tengah #selat hormuz #Amerika Serikat