Radar Jember – Pemerintah mengimbau calon jemaah untuk menunda keberangkatan umrah menyusul memanasnya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan dipicu serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/1/2026). Langkah antisipatif ini diambil guna memastikan keselamatan warga negara Indonesia.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, imbauan tersebut merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah di tengah eskalasi yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Menurutnya, situasi yang tidak menentu berpotensi berdampak pada jalur penerbangan maupun stabilitas kawasan.
“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil di Jakarta kepada awak media, Minggu (1/3/2026).
Pemerintah juga meminta jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi agar tetap tenang. Keluarga di Tanah Air diharapkan tidak panik dan terus memantau informasi resmi dari pemerintah.
Hingga kini, belum ada laporan warga negara Indonesia yang terdampak langsung akibat ketegangan tersebut.
Koordinasi lintas kementerian terus dilakukan. Kementerian Haji dan Umrah RI bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menjalin komunikasi intensif dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Fokusnya adalah memastikan jemaah yang mengalami penundaan tetap mendapatkan pelayanan dan perlindungan maksimal.
Dahnil menambahkan, pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi jika terjadi penundaan kepulangan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” katanya.
Meski situasi regional memanas, penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dipastikan tetap berjalan sesuai tahapan.
Pemerintah menyebut proses perencanaan, kuota, hingga teknis keberangkatan masih dalam jalur yang telah ditetapkan, sembari terus memantau dinamika geopolitik.
Pemerintah berharap kondisi segera kembali kondusif sehingga aktivitas ibadah dapat berlangsung normal. Dahnil menegaskan, keselamatan dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama.
Setiap perkembangan akan diumumkan secara resmi agar masyarakat memperoleh informasi akurat dan tidak terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.
Editor : M. Ainul Budi