Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Korsel Beri Karpet Merah: Turis Indonesia Bisa Masuk Tanpa Visa dan Berlakukan Visa 10 Tahun, Ini Syaratnya!

Imron Hidayatullahh • Jumat, 27 Februari 2026 | 14:06 WIB

Photo
Photo

Radar Jember – Pemerintah Korea Selatan baru saja mengumumkan langkah ambisius untuk mendongkrak industri pariwisata mereka melalui Pertemuan Strategi Pariwisata Nasional ke-11 pada Rabu (25/2/2026).

Salah satu poin yang paling menyita perhatian adalah rencana pemberian fasilitas bebas visa bagi wisatawan asal Indonesia.

Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Presiden Lee Jae Myung dan dihadiri Perdana Menteri Kim Min Seok ini menjadi momentum peluncuran inisiatif bertajuk "K-Tourism Merangkul Dunia".

Strategi ini bertujuan memanfaatkan fenomena Hallyu (gelombang budaya Korea) untuk memecahkan rekor kunjungan wisatawan mancanegara.

Pelonggaran Visa: Karpet Merah untuk Turis Indonesia

Inti dari strategi baru ini adalah memangkas hambatan birokrasi bagi wisatawan asing.

Turis Indonesia akan diberikan fasilitas bebas visa secara percobaan bagi wisatawan kelompok yang terdiri dari tiga orang atau lebih.

Langkah ini menyambung kebijakan sebelumnya yang berlaku hingga Juli 2026, di mana turis Indonesia yang datang berombongan minimal tiga orang melalui agen perjalanan resmi sudah mendapatkan pembebasan visa.

Selain itu, Korea Selatan juga memberikan kelonggaran bagi pelancong dari Asia Tenggara dan Tiongkok:

Ambisi Mengejar Jepang dan Pemerataan Wisata

Meskipun Korea Selatan mencatatkan rekor 18 juta kunjungan pada 2025 (naik 15 persen dari tahun sebelumnya), angka ini masih jauh di bawah pencapaian Jepang yang sukses menjaring 42,7 juta wisatawan di tahun yang sama.

Untuk mengimbangi sang tetangga, Presiden Lee Jae Myung menekankan bahwa pariwisata harus dikelola sebagai "industri strategis nasional inti".

Ia ingin mengubah kegemaran terhadap K-pop menjadi kunjungan fisik ke seluruh penjuru Korea, bukan hanya terpusat di Seoul.

Beberapa langkah pemerataan wisata yang disiapkan antara lain:

Perang terhadap "Getok Harga"

Menyadari pentingnya reputasi, pemerintah Korsel mengumumkan kebijakan tanpa toleransi terhadap praktik harga yang tidak wajar (overpricing).

Bisnis yang kedapatan menaikkan harga secara sepihak atau membatalkan reservasi hotel tanpa alasan sah akan menghadapi sanksi berat hingga penangguhan usaha.

Di Pulau Jeju, perusahaan sewa mobil juga akan diawasi ketat agar tidak menaikkan tarif secara gila-gilaan saat musim puncak.

Rekor Turis Indonesia

Indonesia tetap menjadi pasar yang sangat gemuk bagi Korea.

Data Organisasi Pariwisata Korea (KTO) mencatat kunjungan turis Indonesia pada 2025 mencapai 365.596 orang.

Angka tertinggi dalam sejarah sekaligus naik 8,8% dibanding tahun 2024.

Melalui kampanye "Tahun Kunjungan Korea 2027-2029", Korsel akan lebih fokus menawarkan gaya hidup penduduk lokal.

Mulai dari jalur kecantikan (K-Beauty), kuliner (K-Food), hingga pengalaman mendaki gunung khas Korea yang kini mulai digandrungi pelancong dunia.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#bebas visa #visa #korea selatan #hallyu #k-beauty #wisatawan indonesia #lee jae myung