Radar Jember – Gelombang kekerasan brutal meledak di berbagai wilayah di Meksiko menyusul tewasnya gembong narkoba paling dicari, Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias El Mencho.
Pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) tersebut mengembuskan napas terakhir saat diterbangkan ke Mexico City setelah terluka parah dalam baku tembak di Tapalpa, Minggu (22/2/2026).
Kematian pria dengan nilai buronan USD 15 juta (sekitar Rp235 miliar) ini memicu amuk massa dari para anggota kartel yang tidak terima pemimpin mereka tumbang.
Baca Juga: Indonesia Kirim 8.000 Personel ke Gaza: Menlu Sugiono Tegaskan Tak Ada Operasi Militer
Korban Jiwa Terus Berjatuhan
Menteri Keamanan Meksiko, Omar Garcia Harfuch, melaporkan korban jiwa yang sangat besar dalam bentrokan berdarah antara aparat dengan kelompok kriminal.
Dilaporkan 25 anggota Garda Nasional Meksiko tewas, ditambah satu penjaga penjara dan satu anggota kantor kejaksaan.
Dari kelompok kartel, 30 tersangka anggota organisasi kriminal Oseguera tewas dalam rangkaian kontak senjata.
Selain itu, pada operasi awal, delapan anggota kartel tewas saat penggerebekan awal, sementara tiga tentara dilaporkan luka-luka.
Kekacauan di 20 Negara Bagian
Anggota kartel melancarkan aksi teror dengan memblokir jalan raya, membakar kendaraan, serta menghanguskan toko dan bisnis di 20 negara bagian.
Situasi ini membuat warga sipil hingga wisatawan asing terjebak dalam ketakutan.
- Kota Guadalajara: Ibu kota Jalisco ini berubah menjadi kota mati pada hari Senin (23/2/2026). Sekolah, apotek, dan pom bensin tutup total. Transportasi umum dihentikan demi keamanan.
- Puerto Vallarta: Kota wisata populer ini juga tak luput dari serangan, memaksa turis berlindung di dalam hotel dan resor.
- Negara Bagian Michoacan: Konflik meluas hingga wilayah tetangga, di mana faksi pengikut Oseguera kini berperang melawan koalisi kelompok kriminal saingannya.
Antisipasi Piala Dunia dan Siaga Tinggi
Pemerintah Meksiko bergerak cepat dengan mengirimkan 2.500 tentara tambahan ke Jalisco.
Langkah ini diambil untuk menstabilkan situasi, mengingat Jalisco dijadwalkan menjadi tuan rumah bagi empat pertandingan Piala Dunia musim panas mendatang.
Meskipun intensitas kekerasan dilaporkan mulai mereda, Meksiko tetap dinyatakan dalam status Siaga Tinggi.
Aparat mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi serangan balasan atau perebutan kekuasaan di internal CJNG.
Editor : Imron Hidayatullahh