Radar Jember – Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, pemimpin kartel paling berkuasa dan ditakuti di Meksiko, dilaporkan tewas dalam operasi militer besar-besaran pada Minggu (22/2/2026).
Pelarian bos Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG) ini berakhir tragis setelah intelijen berhasil melacak lokasi persembunyiannya melalui aktivitas salah satu kekasihnya.
Jejak Kekasih di Resor Pegunungan
Menteri Pertahanan Meksiko, Ricardo Trevilla, mengungkapkan bahwa operasi ini bermula dari pengintaian terhadap seorang perempuan yang merupakan kekasih El Mencho.
Intelijen mengikuti pergerakannya hingga ke Tapalpa, sebuah kawasan peristirahatan eksklusif di pegunungan negara bagian Jalisco.
Begitu sang kekasih meninggalkan kompleks resor tersebut, pasukan khusus militer Meksiko langsung melancarkan penyerbuan.
"Proses intelijen ini sangat kompleks dan memakan waktu serta sumber daya yang luar biasa," ujar Trevilla.
Baku Tembak Sengit di Jantung Hutan
Penyerbuan tersebut disambut hujan peluru dari pengawal bersenjata berat El Mencho.
Baku tembak sengit pecah dan meluas hingga ke kawasan hutan di sekitar resor.
Empat anggota kartel tewas seketika di lokasi.
Sementara, tiga orang lainnya, termasuk El Mencho, sempat dilarikan ke rumah sakit di Mexico City dalam kondisi kritis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Operasi ini merupakan hasil kolaborasi unit elite angkatan darat, angkatan udara, dan Garda Nasional Meksiko, dengan dukungan intelijen strategis dari satuan tugas gabungan Amerika Serikat (US Joint Interagency Task Force-Counter Cartel).
Meksiko Membara: 27 Serangan Balasan
Kematian sang gembong memicu gelombang kekerasan brutal di berbagai wilayah.
Kartel melancarkan pemberontakan sebagai bentuk balas dendam.
Menteri Keamanan Meksiko, Omar García Harfuch, melaporkan sedikitnya terjadi 27 serangan pengecut terhadap aparat di Jalisco.
Hingga Senin, dampak dari pertempuran susulan ini mengakibatkan 25 anggota Garda Nasional tewas, dan 30 orang anggota kartel tewas dalam bentrokan bersenjata.
Kematian El Mencho menandai jatuhnya salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah kriminal modern.
Namun, pemerintah Meksiko kini bersiaga penuh menghadapi potensi perang saudara antar-faksi di dalam kartel untuk memperebutkan takhta kekuasaan.
Editor : Imron Hidayatullahh