Radar Jember – Kisah Punch, bayi monyet Jepang (Japanese macaque) yang lahir di Kebun Binatang Ichikawa, kini memasuki babak baru yang mengharukan.
Setelah sempat viral karena kebiasaannya mendekap boneka monyet sebagai pelindung, Punch mulai menunjukkan tanda-tanda ‘lulus’ dari kesepian sosialnya.
Lahir pada Juli 2025, hidup Punch bermula dengan tragedi.
Induk kandungnya menolak untuk merawatnya sesaat setelah lahir—sebuah fenomena yang meski alami, sangat berisiko bagi kelangsungan hidup bayi primata.
Tanpa kehangatan induk, para penjaga kebun binatang memberikan boneka monyet sebagai pengganti figur ibu agar Punch tak mengalami trauma psikologis yang berat.
Mengapa Dijuluki "Naruto Monkey"?
Warganet di berbagai platform media sosial memberikan julukan ‘Naruto Monkey’ karena kemiripan kisahnya dengan karakter anime Naruto Uzumaki.
Keduanya sama-sama yatim piatu sejak bayi, dikucilkan oleh kelompoknya, dan harus berjuang sendirian untuk mendapatkan pengakuan.
Lama menyendiri dengan boneka yang selalu dibawanya—layaknya bayi monyet memeluk induknya—Punch sempat dianggap sebagai ‘gagap sosial’ oleh para pengamat perilaku hewan.
Baca Juga: Baru Dapat Penghargaan Polisi Inspiratif, Kini AKBP Didik Putra Kuncoro Bak Jatuh Ditelan Bumi
Momen Grooming: Kunci Penerimaan Sosial
Kabar terbaru pada pertengahan Februari 2026 ini membawa kelegaan bagi para pengikut kisahnya di tagar #Semangat, Punch!.
Untuk pertama kalinya, seekor monyet dewasa dalam kawanan tersebut terlihat melakukan grooming (membersihkan kutu) kepada Punch.
Dalam dunia primata, grooming bukan sekadar aktivitas kebersihan, melainkan:
Baca Juga: Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026: Cek Jadwal Imsakiyah Kota Malang
- Simbol Kepercayaan: Tanda bahwa individu tersebut dianggap sebagai bagian dari anggota keluarga besar.
- Reduksi Stres: Aktivitas ini menurunkan level hormon stres pada bayi monyet yang tidak memiliki induk.
- Awal Integrasi: Menandakan bahwa Punch tidak lagi dilihat sebagai ‘asing’ atau ancaman oleh hierarki kawanan.