Radar Jember - Kain Kiswah yang menyelimuti Kakbah di Masjidil Haram, Makkah, kembali menjadi sorotan publik setelah namanya disebut dalam sejumlah dokumen Epstein Files yang belakangan ramai diperbincangkan.
Kiswah sendiri merupakan kain suci yang memiliki nilai religius tinggi bagi umat Islam di seluruh dunia, sekaligus menyimpan sejarah panjang dalam tradisi Islam.
Setiap tahun, Kiswah Kakbah diganti dengan kain baru sebagai bagian dari rangkaian ritual menjelang puncak ibadah haji.
Proses pengangkatan dan pemasangan Kiswah melibatkan puluhan teknisi dan spesialis untuk memastikan seluruh tahapan berjalan dengan baik.
Menukil Arab News, sekitar 50 teknisi dan tenaga ahli dikerahkan dalam proses pengangkatan kiswah menjelang penyelenggaraan haji.
Menukil dari NU Online, berikut enam fakta menarik tentang Kiswah Kakbah:
1. Kain Penutup Kakbah Berwarna Hitam
Kiswah merupakan kain hitam yang menyelimuti seluruh bagian luar Kakbah. Pada permukaannya terukir ayat-ayat suci Alquran, terutama ayat yang berkaitan dengan ibadah haji dan tauhid.
Setiap tahun, bagian bawah kiswah diangkat setinggi sekitar tiga meter dan digantikan kain putih untuk mencegah jemaah menarik kain saat tawaf.
2. Dihiasi Benang Emas dan Perak
Kaligrafi pada kiswah disulam menggunakan sekitar 120 kilogram benang emas dan 100 kilogram benang perak.
Pada masa lalu, sebagian jemaah kerap menarik benang emas tersebut karena meyakini adanya keberkahan.
3. Terbuat dari 670 Kilogram Sutra
Kiswah Kakbah dibuat dari kurang lebih 670 kilogram sutra murni berwarna hitam.
Ornamen yang menghiasi kiswah tidak bersifat permanen dan dapat diperbarui sesuai standar kualitas yang ditetapkan.
4. Diganti Setiap 9 Zulhijah
Saat ini, penggantian kiswah dilakukan satu kali setiap tahun, tepatnya pada tanggal 9 Zulhijah.
Namun, dalam sejarah Islam, kiswah pernah diganti hingga tiga kali setahun pada masa Dinasti Abbasiyah di bawah kepemimpinan Khalifah Al-Makmun.
5. Pernah Mengalami Penumpukan Kain
Pada era Dinasti Umayyah, kiswah baru diletakkan di atas kiswah lama sehingga terjadi penumpukan lapisan kain.
Praktik tersebut dihentikan pada masa Khalifah Al-Mahdi dari Dinasti Abbasiyah karena dikhawatirkan membebani struktur bangunan Kakbah.
6. Diproduksi di Pabrik Khusus
Saat ini, kiswah diproduksi di pabrik khusus milik pemerintah Arab Saudi.
Pabrik modern tersebut mempekerjakan lebih dari 240 tenaga kerja terlatih dan juga memproduksi tirai bagian dalam Kakbah serta tirai makam Nabi Muhammad SAW.
Kiswah Kakbah bukan sekadar kain penutup bangunan suci, melainkan simbol kehormatan, kemuliaan, serta tradisi panjang peradaban Islam yang terus dijaga hingga hari ini.
Editor : Imron Hidayatullahh