Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

GILA! Epstein Pernah Menerima Kiswah, Kain Penutup Kakbah yang Dikirim Seorang Wanita asal Uni Emirat Arab

Imron Hidayatullahh • Kamis, 5 Februari 2026 | 19:00 WIB
Kain Kiswah yang merupakan penutup Kakbah disebut pernah dikirim kepada Epstein oleh seorang pengusaha UEA.
Kain Kiswah yang merupakan penutup Kakbah disebut pernah dikirim kepada Epstein oleh seorang pengusaha UEA.

Radar Jember - Satu per satu kepingan arsip yang menyangkut pengusaha Jeffrey Epstein terungkap ke publik.

Dalam surat menyurat yang dinukil dari Middle East Eye, berkas Epstein menunjukkan potongan kain Kiswah, yang merupakan kain penutup Kakbah dari Makkah, dikirim kepada Epstein melalui kontaknya di Uni Emirat Arab.

Surat-menyurat tersebut memerinci bagaimana kain suci kiswah yang merupakan penutup Kakbah sampai ke tangan Epstein melalui seorang pengusaha wanita yang terkait dengan UEA.

Surat-menyurat tersebut bertanggal Februari dan Maret 2017, menunjukkan pengusaha wanita Emirat, Aziza Al-Ahmadi, bekerja sama dengan seorang pria bernama Abdullah Al-Maari.

Mereka mengatur pengiriman tiga bagian yang berkaitan dengan Kiswah, kain hitam bersulam emas yang menutupi Kakbah di pusat situs tersuci Islam di Arab Saudi.

Kiswah memiliki makna keagamaan yang mendalam bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Setiap tahun, para pekerja melepas kain tersebut dan menyelimuti Kakbah dengan kain penutup baru.

Bagian-bagian dari Kiswah sebelumnya diperlakukan sebagai artefak yang tak ternilai harganya.

Email dalam Epstein Files menunjukkan barang-barang yang dikirim melalui angkutan udara dari Arab Saudi ke Florida melalui British Airways.

Pesan-pesan tersebut menjelaskan tiga bagian terpisah.

Satu barang yang dikirim berasal dari dalam Kakbah, satu dari kain penutup luar yang digunakan, dan yang ketiga terbuat dari bahan yang sama tetapi tidak digunakan.

Korespondensi tersebut menjelaskan bagian yang tidak digunakan sebagai cara untuk mengklasifikasikan pengiriman tersebut sebagai karya seni.

Kiriman itu tiba di rumah Epstein pada Maret 2017, jauh setelah ia menjalani hukuman penjara dan terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual.

Dalam sebuah email, Aziza Al-Ahmadi menggarisbawahi signifikansi religius kain tersebut sambil berbicara langsung kepada Epstein.

“Kain hitam itu telah disentuh oleh setidaknya 10 juta umat Muslim dari berbagai denominasi, Sunni, Syiah, dan lainnya,” ujar Al-Ahmadi.

“Mereka mengelilingi Kakbah tujuh putaran, lalu setiap orang berusaha sebisa mungkin untuk menyentuhnya dan mereka meletakkan doa, harapan, air mata, dan keinginan mereka di bagian itu. Dengan harapan setelah itu semua doa mereka akan dikabulkan,” kata Aziza.

Surat-menyurat tersebut tidak menjelaskan bagaimana Aziza mengenal Epstein atau mengapa barang-barang itu dikirim kepadanya.

Secara terpisah, sebuah memo FBI yang dirilis mengatakan Epstein bekerja sama dengan intelijen AS dan Israel .

“Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, dan dilatih sebagai mata-mata di bawah bimbingannya,” tambah memo tersebut.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Kiswah #uni emirat arab #uea #kakbah #Epstein