Radar Jember - Barcelona kembali gagal tampil solid di Liga Champions.
Hasil imbang 3-3 saat menghadapi Club Brugge di Jan Breydel Stadium, Kamis (06/11) dini hari WIB.
Ini menjadi sinyal bahwa badai cedera kini bukan sekadar hambatan teknis, tetapi sudah mengganggu struktur permainan Barcelona secara menyeluruh.
Dengan lebih dari 7 pemain inti yang masih mengalami cedera, rotasi Barcelona menjadi jauh dari ideal.
Baca Juga: Batal ke Miami, Laga Barcelona vs Villarreal Jadi Simbol Kegagalan Diplomasi Sepak Bola Spanyol
Kondisi ini membuat pelatih hanya punya sedikit opsi untuk menjaga intensitas serta struktur taktik selama 90 menit.
Brugge memanfaatkan celah tersebut sejak awal. Nicolo Tresoldi mencetak gol cepat di menit ke-6, sebelum Ferran Torres menyamakan kedudukan dua menit setelahnya.
Namun lemahnya konsistensi defensive shape Barcelona kembali terlihat ketika Carlos Forbs membawa Brugge unggul lagi menit ke-17. Barcelona kembali menyamakan melalui gol Lamine Yamal, lalu kedua tim bergantian mencetak gol hingga skor akhir 3-3.
Meski Barcelona memegang penguasaan bola lebih dari 70 persen, pertahanan mereka sangat mudah ditembus.
Eric Garcia bahkan menyindir rapuhnya skema bertahan Barcelona. “Dengan dua operan mereka sudah masuk ke kotak penalti kami,” katanya.
Secara individu, Lamine Yamal tampak mulai kembali mengangkat levelnya.
Namun kontribusi wonderkid itu belum cukup untuk menutup ketidakseimbangan skuad akibat absennya banyak pemain inti.
Pelatih Barcelona mengakui bahwa tim masih berada dalam fase perbaikan.
“Kami harus tetap tenang. Kami tahu ada banyak hal yang bisa dibenahi, tetapi kami sedang berada di arah yang benar,” ucapnya.
Hasil ini menempatkan Barcelona dalam situasi yang belum aman sepenuhnya di fase grup Liga Champions.
Blaugrana harus memperbaiki struktur bertahan jika ingin memastikan tiket ke fase berikutnya.
Penulis: Muh Slamet Hariyadi
Editor : Nur Hariri